Ketua Dewan Pembina UTA’45, Rudyono Darsono (depan, ketiga kiri), bersalaman dengan Kabid Ekonomi Bappeda Litbang Bogor, Ir Wawan Setiawan Haryono MM, di depan Kampus UTA’45 Jakarta, Kamis (20/7/2017), didampingi Rektor Dr Virgo Simamora MBA (kedua kiri), Direktur Business Center Berlin Pangaribuan MM (kiri depan), Wakil Rektor/Direktur I JJ Rajes Khana (ketiga kanan), dan Dekan Fakultas Farmasi Dr Hasan Rachmat M, DEA (kedua kanan), Kamis (20/7/2017). (Henri Loedji/Independensi.com)

Mahasiswa Wajib KKN Agar Tidak Menjadi “Pejabat KKN”

JAKARTA (IndependensI.com) – Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu mata kuliah wajib di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA’45). Artinya, mahasiswa Kampus Merah Putih itu tidak akan bisa lulus jika tidak menjalani KKN.

Namun kegiatan mahasiswa turun ke lapangan itu bukan sekadar untuk memenuhi kelengkapan kelulusan dan formalitas. KKN dapat membekali mahasiswa sebelum menghadapi dunia nyata di luar kampus. KKN juga bisa membentuk mental mahasiswa yang bersih sehingga nantinya tidak menjadi pejabat yang melakukan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“KKN itu penting buat para mahasiswa. Mereka bisa merasakan langsung bagaimana kehidupan di desa. Melalui kegiatan turun langsung ke lapangan dan menghadapi masyarakat, semoga para peserta KKN tidak korup seandainya mereka menjadi pejabat di masa depan,” kata Ketua Dewan Pembina UTA’45, Rudyono Darsono, usai acara prapelepasan peserta KKN di Kampus UTA’45, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Acara itu juga diikuti Rektor UTA’45 Dr Virgo Simamora MBA, Wakil Rektor/Direktur I Rajes Khana Msc (Comp.), Direktur Business Center Berlin Pangaribuan MM, serta para dekan.

Rudy juga mengatakan bahwa KKN bisa memupuk semangat nasionalisme yang kini mulai luntur di kalangan anak muda.

“Di negara maju seperti Amerika Serikat saja kegiatan seperti ini masih dilakukan. Mereka juga sadar akan pentingnya mengembalikan semangat nasionalisme. Hal itu tercermin dari slogan yang diusung Presiden AS Donald Trump yaitu Make America Great Again,” kata Rudy saat menjamu Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Litbang Bogor, Ir Wawan Setiawan Haryono  MM, dan jajarannya.

Rudy tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang mau menerima mahasiswanya untuk melaksanakan KKN selama sekitar satu bulan. “Saya titip anak-anak saya di sana,” ujar Rudy.

Baca juga:

Rektor UTA’45: Mahasiswa Harus Bisa Beradaptasi

KKN UTA’45 tahun ini akan dilaksanakan di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor pada 25 Juli-31 Agustus 2017. Kegiatan tersebut diikuti 118 orang mahasiswa mahasiswa dari Fakultas Farmasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pollitik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, dan Fakultas Teknik. Hampir separuh peserta berasal dari Fakultas Farmasi yaitu sebanyak 40 orang.

Para mahasiswa akan mempraktekkan ilmunya di lima dari 11 desa yang tersebar di Sukajaya yaitu Cileuksa, Sipayung, Sukamulih, Kiara Sari, dan Kiara Pandak.

One comment

Comments are closed.