Monolog: Ibu, Dimanakah Pancasila?

Karya: Masita Riany

Nasionalisme adalah modal bagi anak bangsa untuk mempertahankan kedaulatan  seluruh rakyat dengan pilar kearifan lokal yang menjadi tiang budaya bangsa sebagai penyaring budaya luar agar menjadi bangsa yang memiliki identitas dan berkepribadian.

Telah dirumuskan Pancasila oleh para pendiri bangsa sebagai dasar dan pondasi negara, mencakup kemajemukan yang dilambangkan sebagai Bhinneka Tunggal Ika.

Dimana arti perbedaan bukanlah celah untuk terpecah-belah, tetapi justru celah yang harus diisi oleh kesatuan paham dalam semangat Nasionalisme.

Karena itu, mari kita tanyakan kepada Sang Ibu …..…

Ibu, Dimanakah Pancasila?

Seorang anak bertanya kepada ibunya,
Ibu, dimanakah Pancasila?
Bukankah ia rumah kita?
Bukankah ia identitas bangsa kita?

Sembari tersenyum, Sang Ibu berkata,
Anakku, Pancasila itu ada di sekeliling kita,
Banyak manusia bisa melihat sekeliling dengan matanya,
Tetapi mereka tak bisa melihat dengan hati nurani

Masita Riany

Ia ada di detak jantung buruh-buruh yang merdeka,
Di bulir-bulir padi yang ditunai para petani dengan senyum dan tembang mereka,
Ikan-ikan yang dijala nelayan dengan penuh kegembiraan karena berlimpah,
Ia ada pada rimbunnya pepohonan di hutan dan mata air,

Pada semua sumber kekayaan alam yang ada di bumi pertiwi,
Juga pada keberagaman suku di nusantara,
Pada seni, budaya dan wastranya,
Ia ada pada beragam agama dan kepercayaan lokal masyarakat nusantara ini

Rasakan dengan nuranimu, nak…
Lihatlah baik-baik dengan mata hatimu
Temukanlah maknanya yang tersirat dan tersurat
Maka akan kau temukan Pancasila itu

Sang anak terdiam, meresapi setiap kata yang terucap dari Sang Ibu
Kemudian ia tersenyum dan berkata lirih
Aku mengerti ibu, aku rindu Pancasila… tentu mereka juga.
Mari … kita kembali, pada Pancasila

 

Penulis adalah aktivis lingkungan dan pemerhati seni budaya