(Dari kiri) Senator DPD-MPR RI Dr I Gusti Ngurah Arya Wedakarna; Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Rudyono Darsono, SH, MH; dan Rektor Universitas Pertahanan Indonesia Letjen Dr I Wayan Midhio, MPhil; menjadi pembicara dalam Seminar Kebangsaan “Peran Mahasiswa dalam Menjaga Eksistensi Pancasila” di Kampus UTA’45 Jakarta, Kamis (31/8). (Henri Loedji/independensi.com)

Mahasiswa Wajib Berperan Kawal Pancasila

JAKARTA (IndependensI.com) – Indonesia menghadapi berbagai tantangan dari luar maupun dalam negeri. Keutuhan bangsa dapat dipelihara asalkan generasi penerusnya mampu mengawal Pancasila yang merupakan dasar negara ini.

Hal itu dipaparkan dalam Seminar Kebangsaan “Peran Mahasiswa dalam Menjaga Eksistensi Pancasila”, Kamis (31/8/2017). Seminar ini merupakan salah satu kegiatan Program Pengenalan Kehidupan Kampus (P2K2) Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA’45).

Tampil sebagai narasumber adalah Rektor Universitas Pertahanan Indonesia Letjen Dr I Wayan Midhio, MPhil; Senator DPD-MPR RI Dr I Gusti Ngurah Arya Wedakarna; dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Rudyono Darsono, SH, MH.

Letjen Midhio mengangkat tema “Membangkitkan Kesadaran Bela Negara Generasi Muda Indonesia”. Di tengah maraknya ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dia mengingatkan agar para mahasiwa benar-benar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Selain itu, kalian para mahasiswa juga harus memiliki integritas kepribadian yang Pancasilais, mental yang kokoh, kuat, ulet, tegar, dan pantang menyerah,” kata Jenderal bintang tiga itu.

“Jadilah ujung tombak pembangunan dan persatuan bangsa. Pertahankan kedekatan, persaudaraan, dan kekompakan ketika melangkah ke depan menapaki perjalanan karier menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Arya memotivasi para mahasiswa untuk lebih mengembangkan diri. Menurut dia, menjaga Indonesia juga perlu dilakukan dengan mempromosikan bangsa ini di level internasional lewat generasi muda yang cerdas dan kompetitif.

Peraih gelar doktor termuda di Indonesia (di usia 27 tahun) dan rektor termuda (28 tahun) itu membawakan makalah “Pentingnya Pendidikan Karakter Kepemimpinan bagi Kalangan Mahasiswa”.

“Indonesia sesungguhnya punya kekayaan alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang andal. Tapi orang Indonesia sulit bersaing di tingkat internasional karena banyak yang malu mempromosikan dirinya,” kata Arya.

“Kalian sebagai mahasiswa memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang ada. Setelah selesai S1, lanjutkan lagi ke jenjang berikutnya. Tapi lengkapi juga dengan pengalaman berorganisasi dan perbanyak mengikuti seminar untuk melatih kemampuan berbicara dan membuka wawasan,” ujarnya.

Rudyono menekankan kepada para calon intelektual bahwa Pancasila adalah pemersatu bangsa. Pancasila juga tidak bisa diambil bagian per bagian karena merupakan satu keutuhan yang saling terkait.

“Jika kita bisa mewujudkan hidup yang berketuhanan, berkemanusiaan, bersatu, dan musyawarah untuk mufakat, kita pasti bisa meraih kesejahteraan,” kata Rudyono.

One comment

  1. Pembicara hebat, motivator yang hebat: DR. SHRI I GUSTI NGURAH ARYA WEDAKARNA MWS III, SE (M.TRU), MSi. Senator DPD-MPR RI. Terimakasih kalau hari ini kami mendapat ilmu yang hebat dari bapak, juga dari Letjen (TNI) Prof. Dr. I Wayan Midhio Rektor Universitas Pertahanan dan Bapak Rudyono Darsono, Ketua Yayasan Pendidikan UTA ’45 dan motivator untuk penerapan Pancasila melalui kehidupan sehari-hari. Hebat!!!!!!!!!

Comments are closed.