Serena Williams. (Dok/Ist)

Serena Berniat “Comeback”

WUHAN (IndependensI.com) – Setelah absen karena mengandung sekaligus melahirkan putri sulungnya, mantan petenis nomor satu dunia Serena Williams berniat kembali menapaki sukses ajang tenis kelas dunia. Dia memastikan “comeback”-nya itu bukan sekedar kembali bertanding, melainkan langsung memberikan perlawanan maksimal menyusul persiapan matang yang sudah dilakukan. Demikian hal tersebut disampaikan sahabat karib Serena, Caroline Wozniacki usai berlaga di babak pertama Wuhan Open, Senin (25/9).

Wozniacki sempat memamerkan kiriman foto anak perempuan Serena yang bernama Alexis Olympia Ohanian melalui telefon genggamnya. “Anak ini sangat cantik. Tak sabar untuk segera bertemu,” kata Woniacki seperti dikutip Associated Press. Lebih jauh petenis Denmark ini mengatakan, Serena tetap mengikuti situasi dan kondisi serta perkembangan pertenisan dunia. Walau tidak pernah tampil dalam kejuaraan tenis manapun, Serena diam-diam mengawasi para lawan-lawan potensialnya. Hebatnya, menurut Wozniacki yang kini bertengger di peringkat enam dunia, Serena bisa fokus pada tenis dan mengurus anak.

“Serena akan kembali bermain tenis dengan persiapan lebih matang. Dia sangat senang menjalani peran sebagai seorang ibu sekaligus bersiap untuk bertanding lagi. Ini mungkin momen spesial bagi Serena,” ujar Wozniacki. Serena yang berusia 35 tahun ini akan mengawali langkah menuju sukses di pertenisan dunia dengan mencoba mempertahankan gelar Australian Open musim depan. Adik kandung Venus Williams ini menjalani persalinan pada 1 September lalu.

Awal bulan ini, dua mantan bintang tenis kelas dunia berkomentar soal Serena yang berniat bertanding kembali usai melahirkan. Juara tiga kali US Open Kim Clijsters mengaku setiap petenis punya kemampuan adaptasi yang berbeda. Clijsters yang sempat absen dua tahun untuk melahirkan sebelum menjuarai US Open pada 2009 mengatakan, untuk mengembalikan performa tubuh usai melahirkan tidaklah mudah. “Tergantung kemampuan tubuh bereaksi, beradaptasi pada pelatihan dan terlebih lagi butuh waktu yang lama,” ujar petenis berambut ikal asal Belgia ini.

Lain halnya dengan petenis Amerika Serikat (AS), Mary Joe Fernandez, yang menyebut Serena adalah petenis di atas rata-rata. Fernandez yang pernah menjadi runner-up Australia Open 1990, juara Australian Open 1992 dan French Open 1993 ini mengaku takkan sanggup kalau harus menjalani situasi seperti Serena. Namun, dirinya yakin Serena mampu melewati itu semua. “Dia adalah pengecualian,” ungkap Fernandez.