Ilustrasi. (Dok/Ist)

Kejurnas Soft Tenis Punya Peranan Penting

JAKARTA (IndependensI.com) – Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Indonesia (PP PESTI) menyebut Kejuaraan Nasional di Jakarta pada 10-14 Oktober 2017, memiliki peran strategis bagi perkembangan cabang ini di Indonesia. Ketua Umum PP PESTI Martuama Saragi melihat peran strategis itu adalah agar soft tenis menjadi cabang resmi yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional 2020 di Papua, setelah sebelumnya hadir sebagai nomor eksibisi pada PON Jawa Barat 2016.

“Sangat ironis bila soft tenis yang menjadi cabang resmi dalam Asian Games, justru belum pasti dipertandingkan dalam PON,” kata Martuama seperti dikutip Antara, Senin (9/10). Selain itu, lanjut dia, Kejurnas ini juga akan menjadi ajang promosi dan degradasi bagi pemain tim Merah Putih yang akan berlaga pada Asian Games ke-18 pada 2018 di Jakarta dan Palembang. “Nantinya, empat pemain terbaik di Kejurnas ini berhak mengikuti seleksi nasional, bersaing dengan 12 pemain yang telah menghuni Pelatnas Asian Games,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Federasi Soft Tenis Asia (ASTF) ini.

Adapun dalam Kejurnas Soft Tenis tersebut, pesertanya merupakan wakil 15 Pengurus Daerah dari seluruh penjuru Tanah Air, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah serta tuan rumah DKI Jaya. Sedangkan untuk Seleksi Nasional Soft Tenis sendiri akan berlangsung di lapangan The Sultan Hotel & Residence Jakarta pada 15-16 Oktober.

Sejauh ini, tim soft tenis Indonesia mempunyai prestasi cukup membanggakan pada level Asia. Edi Kusdaryanto berhasil mempersembahkan sekeping medali perak nomor tunggal putra Asian Games 2014. Sedangkan tahun silam, Elbert Sie juga meraih posisi kedua di Kejuaraan Asia di Chiba, Jepang.