(Dari kiri) Christian Kevin bersama Sisilia Goulena, Dwi Alfianto, dan sang pembina Abel Dally. (Kalbis Institute)

Dua Mahasiswa Kalbis Juara Lomba News Anchor

JAKARTA (IndependensI.com) – Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, dua orang mahasiswa Kalbis Institute keluar sebagai pemenang utama dalam dua kompetisi News Anchor yang berbeda. Kemenangan pertama dibukukan Christian Kevin dari Strategic Communication 2015.

Kevin berhasil mengalahkan puluhan pesaing lainnya dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia pada kompetisi News Anchor yang digelar Universitas Multimedia Nusantara. Pada kompetisi yang berlangsung pada 12 hingga 13 Oktober 2017 di Serpong Tangerang Selatan itu, Kalbis Instititute mengirimkan tiga orang wakilnya. Selain Kevin, Kalbis juga diwakili oleh Sisilia Goulena (Broadcasting 2015) dan Dwi Alfianto (Broadcasting 2015).

Pada babak awal masing-masing peserta diminta membuat video dengan format reporter memberikan laporan pandangan mata dengan tema yang ditentukan sendiri oleh peserta. Kevin membuat video dengan tema ‘Vaksin Bagi Orang Dewasa’, Sisil dengan tema ‘Penerimaan Pegawai Negeri Sipil’, dan Dwi memberikan laporan langsung perkembangan kasus First Travel.

Sisilia Goulena menjadi pemenang di Communication Week Paramadina.

Pada babak berikutnya, peserta yang lolos kemudian diminta membawakan berita baik secara individu maupun berpasangan di Studio Universitas Multimedia Nusantara Serpong. Akhirnya 15 Oktober 2017, panitia mengumumkan Christian Kevin sebagai pemenang pertama dan  Sisilia Goulena sebagai pemenang kedua. Dwi Alfianto sendiri, yang baru pertama kali mengikuti lomba news anchor tersebut, berhasil lolos hingga lima besar.

Tak berselang lama, 24 November 2017, Sisilia Goulena yang merupakan runner up pada kompetisi di Universitas Multimedia Nusantara, memenangkan kompetisi news anchor yang digelar Universitas Paramadina. Pada kompetisi bertajuk ‘Communication Week’ tersebut, Kalbis hanya diwakili oleh Sisilia Goulena (Broadcasting 2015) dan Dwi Alfianto (Broadcasting 2015).

Kompetisi news anchor yang digelar oleh Universitas Paramadina hanya berlangsung satu babak. Masing-masing kontestan diberikan waktu selama lima menit untuk membacakan berita dengan tema informasi bohong atau yang populer dengan istilah ‘hoax’. Sisilia Goulena membawakan berita mengenai akun sosial media Facebook yang dituding paling banyak menyebarkan informasi bohong, sementara Dwi Alfianto membawakan berita mengenai pencantuman label halal pada botol minuman keras.

Akhirnya Sisil ditetapkan sebagai pemenang dan berhasil membawa uang tunai sebesar Rp500.000. Sedangkan tempat kedua dan ketiga secara berturut-turut adalah wakil dari Universitas Bunda Mulia dan Universitas Padjadjaran.