Sekjen Inter Parliamentary Union (IPU) Martin Chungong (kanan) menerima cinderamata dari delegasi Indonesia yang diserahkan oleh Wakil Ketua DPD RI Letjen TNI Mar Purn Dr Nono Sampono MSi (tengah) dan didampingi senator Parlindungan Purba (kanan).

DPD RI Hadir di Forum Antar Parlemen di Hanoi Vietnam

HANOI, VIETNAM (IndependensI.com) – DPD RI adalah kumpulan para senator yang mewakili daerah, dan karena itu informasi dari daerah dengan kemajemukannya sangat penting dalam memperkaya forum antar parlemen Asia Pasifik.

Hal itu disampaikan oleh Sekjen Inter Parliamentary Union (IPU) Martin Chungong saat bertemu delegasi parlemen Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPD RI Letjen TNI Mar Purn Dr Nono Sampono MSi disela sela forum ke 26 Asia Pacific Parlementary Forum (APPF), (19/1/2018), di Hanoi Vietnam.

Sebelumnya Nono menjelaskan sistem bikameral di Indonesia. Para senator adalah mereka yang mewakili daerah dan otonomi daerah telah mendorong peran daerah yang sangat penting dalam kemajuan Indonesia. Penjelasan delegasi Indonesia mengenai pentingnya peran daerah akan memberi inspirasi bagi forum APPF.

Hal ini dibenarkan oleh Sekjen IPU, dan dipahami bahwa DPR RI dan DPD RI saling melengkapi sesuai perannya masing masing, keduanya tidak dapat dipisahkan tapi dapat dibedakan.

Delegasi Indonesia keberatan jika undangan hanya disampaikan atau dikirim melalui Sekjen DPR RI. Kendala birokrasi menghambat komunikasi DPD RI dengan IPU. Keduanya sepakat bahwa dimasa yang akan datang walau surat dikirim satu saja, tapi ditujukan kepada dua Lembaga yakni DPR RI dan DPD RI.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan pertukaran cinderamata, dan beberapa anggota DPD RI juga memperkenalkan daerahnya masing masing melalui cinderamata, antara lain pemberian ulos dari senator Parlindungan Purba. “Ini bentuk diplomasi budaya, dan dimasa yang akan datang kita bisa lebih giat lagi membela kepentingan daerah di dunia internasional,’ kata Nono gembira.

Forum ke 27 APPF tahun 2019 selanjutnya akan diselenggarakan di Kambodja. (dpd/kbn)