Maman-Jefry, Solusi Untuk Majalengka Baru

Oleh : Adlan Daie

Independensi.com – Pemilihan bupati dan wakil bupati Majalengka dalam Pilkada serentak 2018, akan diikuti tiga pasangan calon. Satu dari tiga pasangan tsb adalah Maman Imanulhaq – Jefry Romdonny yang diusung lima Partai Politik yakni PKB, Partai Gerindra, PKS, PAN dan Partai Nasdem (19 kursi).

Pasangan ini mengusung tagline Majalengka Baru, Majalengka Maju dan Bersama Untuk Majalengka. Sebuah tagline ringkas dengan bobot pesan betapa pentingnya kehadiran pemimpin baru untuk ikhtiar bersama mewujudkan “Majalengka Maju”.

Pasangan Maman-Jefry mewakili generasi jaman now dengan koaliasi partai pengusung yang tidak memperlihatkan fragmentasi ideilogisnya kecuali kebersamaan mengemban amanah untuk menghadirkan majalengka baru.

Karena itu, kehadiran pasangan ini mendapat respons positif dari publik Majalengka. Hasil survey Etos institute yang dirilis tanggal 14 Januari 2018 lalu, menujukkan pasangan Maman-Jefry dengan elektabilitas tertinggi, 44, 6%, jauh meninggalkan dua pasangan lainnya, Karna Sobahi-Tarsono 31,4% dan Sanwasi-Taufan 25, 9%.

Harus dibaca, bahwa mayoritas publik Majalengka benar-benar berharap kehadiran pemimpin baru, generasi baru, memberi harapan baru bagi kemajuan Majalengka, seiring dengan dinamika perubahan lingkungan sosial dan tantangan yang dihadapinya.

Majalengka baru secara fisik telah ditandai masuknya akses jalan tol dan akan beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB ) di Kertajati, yang mulai musim haji tahun ini menjadi embarkasi calon jemaah haji sejumlah kabupaten/ kota di Jawa Barat dan sebagian kabupaten/ kota Jawa Tengah.

Dampak turunannya baik secara ekonomi dan sosial akan menghadirkan kebutuhan infrastruktur ekonomi baru dan sumber daya manusia (SDM) yang responsif dengan perubahan lingkungan sosialnya agar masyarakat Majalengka tetap menjadi ”tuan rumah di negeri sendiri”, dapat menikmati berkah pembangunan. Di sinilah pentingnya kehadiran pemimpin baru Majalengka yang diwakili pasangan Maman-Jefry.

Luasnya relasi dan koneksitas Kiai Maman sapaan di lingkungan pemerintah pusat dan aksesnya ke sejumlah media nasional, diikuti kemampuan managerial dan enterprenershif Jefry akan mempermudah keduanya untuk mendesain dan mewujudkan harapan-harapan baru masyarakat Majalengka dalam merespon dinamika perubahan sosial di atas, terutama terkait pemenuhan infrastruktur ekonomi baru yang lebih bersahabat dengan budaya kerja masyarakatnya.

Selain tentunya akselerasi peningkatan SDM yg responsif terhadap tantangan perubahan soisial yang dihadapinya. Tantangannya adalah, bagaimana koalisi partai pengusung, ormas pendukung dan anasir-anasir relawan bersatu padu dalam satu tarikan nafas pemenangan Maman – Jefry untuk menjaga dan memelihara harapan baru mayoritas masyarakat Majalengka sebagaimana terekam dalam hasil survey Etos Institute diatas.

Waktu lima bulan ke depan hingga hari pencoblosan tanggal 27 Juni 2018, diselingi event akbar piala dunia 2018 dan bula suci Romadhon serta hari Raya idul Fitri 1439 H, adalah waktu krusial yang jika tidak diantisipasi secara massif dan sistemik akan menjadi harapan baru yang tinggal harapan semata.

Kecuali, kita menjaganya dengan kerja-kerja politik terukur, berbasis survey dan riset perilaku pemilih berbasis kecamatan untuk mengunci harapan baru tersebut dengan menghadirkan pemimpin baru, yakni Maman-Jefry untuk solusi Majalengka baru.

Maka, tanggung jawab kita semua untuk mewujudkannya. Selamat Berjuang !

Penulis adalah Wakil Sekretaris PWNU Jawa Barat