Caroline Wozniacki. (Istimewa)

Duel Petenis Papan Atas di Final

MELBOURNE (IndependensI.com) – Untuk kali kedua dalam turnamen, Simona Halep harus menghadapi situasi kritis match points dan tidak boleh melakukan kesalahan. Sebab, seandainya melakukan kesalahan maka Halep akan terjungkal dari Australian Open 2018 sekaligus kehilangan peringkat petenis nomor satu putri. Petenis asal Rumania berusia 26 tahun ini bermain dengan gigih dan menutup semua kelemahan untuk menundukkan juara 2016 asal Jerman, Angelique Kerber dengan skor 6-3, 4-6, 9-7 di babak semifinal.

Halep akan melawan petenis nomor dua dunia, Caroline Wozniacki di babak final, Sabtu (27/1). Jika berhasil menuai kemenangan, Halep dipastikan mencatat debut gelar grand slam sepanjang kariernya. Pemenang dari laga final Australian Open 2018 akan menjadi petenis nomor satu dunia versi WTA. Wozniacki melangkah ke final setelah menghentikan perlawnan ketat Elise Mertens 6-3, 7-6 (2) dalam tempo 90 menit. Petenis asal Denmark ini tengah merenda usaha meraih gelar nomo satu dunia setelah menanti selama enam tahun.

Bagi Halep, bertanding di babak final sebagai petenis papan atas adalah kali pertama di ajang grand slam. Sebelumnya, Halep bertanding sebagai petenis nonunggulan di babak final. Pertama kali dia menuai kekalahan saat berlaga di final French Open tahun lalu, kandas di tangan Jelena Ostapenko. Kemudian dikalahkan Maria Sharapova pada Australian Open 2014. Kala itu, Halep sempat memimpin tetapi kerap terpatahkan servisnya hingga menemui kekalahan.

Sedangkan bagi Wozniacki, babak final grand slam ini adalah kali pertama di luar Amerika Serikat. Tercatat sebagai runner-up US Open sebanyak dua kali membuat Wozniacki lebih tenang menghadapi babak final di Melbourne Park.

Antiklimaks

Sementara itu dari nomor tunggal putra, Marin Cilic melaju ke final setelah setelah mencatat kemenangan 6-2, 7-6 (4), 6-2 atas petenis peringkat 49 ATP Kyle Edmund. Cilic yang sebelumnya mengalahkan petenis Spanyol Rafael Nadal di semifinal, menunggu lawan dari laga antara juara bertahan Roger Federer melawan petenis nonunggulan Korsel, Hyeon Chung. Hanya saja laga Cilic melawan Edmund terkesan antiklimaks.

Sedianya pertarungan bisa berlangsung seru dan ketat. Namun demikian, Edmund yang asal Inggris bermain tidak lepas di set terakhir menyusul masalah di bagian pinggangnya. Edmund gagal melakukan perlawanan di set ketiga dan tidak mampu memperbaiki irama permainan yang berada dalam tekanan lawannya. Lolosnya Edmund hingga semifinal membuka lembaran baru petenis pelapis Inggris, setelah Andy Murray yang dibekap cedera. Pencapaian Edmund mendapat pujian dari para penikmat olahraga tenis di Inggris

Saat jumpa wartawan usai bertanding, Edmund tampil dengan wajah yang tegar kendati tidak bisa menutup kekecewaan yang mendalam. Laju sukses di Melbourne Park hingga semifinal membuat banyak orang kagum atas usahanya. Sayang, cedera pinggang mengganggu perjuangannya. “Malam ini saya bertanding tidak pada performa terbaik. Semoga di turnamen berikut saya bisa memperbaikinya,” ucap Edmund.

Baginya, kekalahan tersebut menjadi pelecut semangat dan menambah pengalaman untuk bisa tampil lebih baik lagi. “Saya mendapat pengalaman berharga bisa bertanding hingga babak semifinal grand slam. Ini adalah pertama kali dalam karier saya,” imbuhnya. Dia mengaku kecewa dengan hasil yang ada, tetapi apa yang dirasakan dan diraih saat ini, membuat dirinya semakin semangat untuk mengulang perjuangan yang ada dan memperbaikinya.