(Foto Dok Puskom Publik Kemhan/Juli)

Enam Menteri Pertahanan se-ASEAN Deklarasikan “Joint Statement” Kerja Sama “Our Eye”

SINGAPURA (Independensi.com) – Para Menteri Pertahanan dari enam negara di ASEAN sepakat mendeklarasikan ‘Joint Statement’ mengenai kerja sama ‘our eyes’. Kesepakatan tersebut dilakukan dalam ASEAN Defense Ministers Meeting (ADMM) di Singapura pada hari Rabu (7/2).

Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut didasari atas persamaan konsep pada sistem serta mekanisme pengamanan, pengawasan serta pananganan berbagai bentuk ancaman dan tantangan terorisme.

Mengingat dampak yang ditimbulkan oleh ulah kelompok terorisme, radikalisme, mulai dari merekrut simpatisan dari kalangan publik hingga ide-ide atau gagasan radikal yang mereka sebarkan sudah cukup mengkhawatirkan.

“Berangkat dari hal tersebut, komitmen yang disepakati adalah untuk menjaga stabilitas keamanan terutama pada level kawasan,” ujar Menhan dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com pada hari Rabu (7/2/2018).

Kemudian, lanjut Menhan, bentuk komitmen kesepakatan tersebut berfokus pada kerja sama melalui pelaksanaan strategic information exchange dari enam negara tersebut.

“Kerja sama trilateral yang kita buat, salah satu fokus utamanya untuk mendekteksi keberadaan teroris dan juga meniadakan perompak-perompak trilateral yang selama ini mengganggu stabilitas keamanan negara-negara di ASEAN,” tuturnya.

Menhan menambahkan bahwa ‘Joint Statement’ juga bertujuan untuk merevisi “Strategic Information Exchange” yang sebelumnya digunakan dalam Trilateral Cooperative Arrangement’ (TCA) dan dikembangkan dalam Our Eyes.

“Karena kita bersama menangani berbagai bentuk ancaman terhadap keamanan di domain maritim, hingga saat ini kita terus meningkatkan kerja sama melalui pelaksanaan strategic information exchange ini,” pungkasnya.

Diketahui, ‘Joint Statement’ mengenai kerja sama ‘our eyes’ telah disepakati oleh Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, Wakil Menteri Pertahanan Brunei Darussalam, Halbi Mohd Yusof, dan Nenteri Pertahanan Malaysia, Hishammudin Tun Hussein.

Tidak hanya itu, Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen, Menteri Pertahanan Philipina, Delfin N Lorenzana, dan Menteri Pertahanan Thailand, Prawit Wongsuwan, juga menyepakati ‘Joint Statement’ tersebut.