Count Hubert James Marcel Taffin de Givenchy. (Ist)

Desainer Ternama, Givenchy, Wafat di Usia 91 Tahun

JAKARTA (Independensi.com) – Desainer kenamaan asal Prancis, Count Hubert James Marcel Taffin de Givenchy, atau yang biasa dikenal dengan Givenchy, meninggal dunia pada usia 91 tahun pada Senin (12/3/2018) waktu setempat.

Berita duka ini dikonfirmasi langsung oleh The House of Givenchy melalui akun Twitter @givenchy. “The House of Givenchy dengan duka mengumumkan kepergian pendiri kami Hubert de Givenchy, tokoh utama dunia adibusana Prancis dan pria yang menyimbolkan keelokan dan keeleganan Paris selama lebih dari setengah abad.

Dia akan sangat dirindukan,” cuit rumah mode tersebut. Sayangnya, hingga kini Givenchy masih belum menjelaskan rinci soal penyebab kematian sang legenda. Selama lebih dari 50 tahun, Givenchy telah mewarnai industri mode dengan ide-ide cemelangnya.

Sosoknya dikenal memiliki ciri khas desain yang elegan dan anggun. Sebagai perancang kelas dunia, Givenchy pun menjalin hubungan erat dengan sederet tokoh terkenal. Mulai dari Jackie Kennedy, Duchess of Windsor, Wallis Simpson, hingga Putri Grace dari Monaco.

Salah satu momen paling berkesan dari perjalanan karier Givenchy adalah gaun hitam ikoniknya yang dikenakan Audrey Hepburn dalam film Breakfast at Tiffany’s (1961). Siluet Little Black Dress yang simpel dan klasik sukses jadi ikon mode yang melegenda hingga kini.

Dilansir The Independent, Givenchy mengawali kariernya dengan mendirikan The House of Givenchy pada tahun 1952. Pada 1988, ia menjual labelnya kepada LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton seharga USD 45 juta atau setara dengan Rp 619 miliar.

Meski demikian, Givenchy tetap terlibat sebagai head of creative design Givenchy hingga pensiun di 1995. (berbagai sumber/the independent/kumparan)