Suasana jalan tol Jakarta-Cikampek saat pemberlakuan nomor ganjil genap. (ist)

Keberadaan Jalur Khusus Angkutan Umum Tol Japek  Belum Efektif

BEKASI (IndependensI.com)- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek akan menggencarkan keberadaan jalur khusus angkutan umum di tol Jakarta-Cikampek (Japek).  Pasalnya hingga saat ini keberadaan jalur khusus ini belum banyak diketahui sehingga pemanfaatannya oleh bus premium Trans Jabodetabek juga angkutan umum lain belum bisa berjalan efektif.

Hal tersebut disampaikan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Umum BPTJ Carlo Manik sebagai evaluasi tahap awal pemberlakuan paket kebijakan penanganan kemacetan tol Jakarta-Cikampek, poin penyediaan jalur khusus angkutan umum di tol Jakarta-Cikampek, Rabu (14/3/2018).

Jalur khusus angkutan umum ini merupakan lajur yang diperuntukkan untuk dilintasi angkutan umum. Tak hanya bus premium Trans Jabodetabek, angkutan umum lain berupa bus penumpang juga bus karyawan, sama-sama diperbolehkan memanfaatkan jalur khusus yang mengambil tempat pada lajur satu di tol.

“Penyediaan jalur khusus angkutan umum ini merupakan apresiasi bagi mereka yang sudah memanfaatkan keberadaan angkutan umum. Namun sayangnya, jalur khusus angkutan umum belum efektif di masa-masa awal ini karena masih banyak kendaraan lain yang turut memanfaatkan lajur tersebut, meskipun jalan tol Jakarta-Cikampem arah Jakarta sudah cenderung lowong pascapemberlakuan paket kebijakan ini,” katanya.

Carlo menyadari, sosialisasi tentang keberadaan jalur khusus angkutan umum ini memang harus lebih digencarkan lagi. Namun sebagai pendukungnya, penandaan jalur khusus angkutan umum di tol ini harus lebih diperjelas.

“Saat ini penandaan berupa gambar ‘diamond’ masih jauh jarak satu dengan lainnya, sekitar 500 meter. Akibat penandaan yang kurang masif ini, wajar jika pengemudi banyak yang belum tahu sehingga akhirnya menggunakan lajur satu lagi,” katanya.

Menanggapi masukan tersebut, General Manager Traffic Management Tol Jakarta-Cikampek Cece Kosasih mengakui pihaknya memang belum maksimal melakukan penandaan tersebut.

Saat ini baru ruas Bekasi Timur-Cikunir yang penandaanya sudah konsisten dengan jarak antar penanda sekitar 250 meter. Sementara untuk ruas Cikunir-Cawang memang masih cukup jauh, yakni 500 meter jarak antara tanda satu dengan lainnya.

“Kami memahami kebutuhan tersebut, tapi terkendala proyek perbaikan jalan yang sedang dikerjakan di ruas Cikunir-Cawang,” katanya.
Begitu proyek perbaikan jalan rampung awal April, Cece menjanjikan penandaan jalur khusus angkutan umum akan ditambah. Dengan demikian peruntukan lajur satu untuk dilintasi hanya oleh angkutan umum bisa berjalan efektif.

Sebelumnya Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek akan berkantor di Gedung Mega City Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan selama sepekan guna mengawasi langsung implementasi rekayasa lalu lintas ganjil-genap.

“Selama sepekan kita (BPTJ) akan berkantor sementara di Mega City Bekasi,” kata Kepala BPTJ Bambang Prihantono di Bekasi, saat hari pertama penerapan nomor kendaraan ganjil genap di gerbang Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta.

Alasan utama merelokasi sementara kantornya ke Kota Bekasi guna kepentingan evaluasi penerapan pemberlakuan paket kebijakan penanganan kemacetan tol Jakarta-Cikampek ganjil-genap.  (jonder sihotang)