Jonatan Christie. (Istimewa)

Jonatan: Lawan Lebih Siap

JAKARTA (IndependensI.com) – Pemain spesialis tunggal putra, Jonatan Christie gagal merebut tiket semifinal All England 2018 setelah di babak kedua dihadang Son Wan Ho, dengan skor 16-21, 12-21, Jumat (16/3/2018). Hasil ini membuat Son berhasil membalas kekalahannya atas Jonatan di pertemuan terakhir di Badminton Asia Team Championships 2018.

Dituturkan Jonatan, lawan tampil lebih siap dalam pertemuan kali ini. Selain itu, Son yang pernah menjadi pemain nomor satu dunia, jauh lebih berpengalaman darinya. “Ada rasa kecewa, semua pemain pasti ingin menang. Saya akui hari ini dia lebih siap, terlihat setelah menang di game pertama, di game kedua dia jauh lebih enjoy mainnya,” kata Jonatan seperti dikutip dari rilis Humas PP PBSI.

Jonatan juga mengaku tak puas dengan penampilannya di dua turnamen Eropa yaitu German Open dan All England. “Ada beberapa catatan, saya akan bicara sama pelatih, bagaimana mengatasi hal-hal seperti tadi, dari poin genting saya banyak menyerang lagi. Saya pribadi di lapangan kurang menekan, memutuskan mau main apa di saat itu masih 50-50, mikirnya bisa turunin arah bola dulu, tapi kenyataannya waktu main itu arah bola masih naik,” bebernya. Sementara itu, Tommy Sugiarto juga gagal melaju ke babak delapan besar setelah ditundukkan Prannoy H.S (India), dengan skor 10-21, 19-21.

Dari nomor tunggal putri, Fitriani harus mengakui keunggulan Nozomi Okuhara di laga babak. Dalam pertandingan yang berlangsung di Arena Birmingham, Fitri dikalahkan Juara Dunia 2017 tersebut dengan skor 13-21, 15-21. Dalam pertandingan ini, Fitri memang tak dapat mengimbangi kecepatan Okuhara. Sejumlah kesalahan-kesalahan sendiri juga kerap dilakukan Fitri dan ini membuat angka lawan terus bertambah.

“Saya dapat pengalaman berharga melawan juara dunia, tapi tadi kurang puas sama permainan saya karena saya nggak bisa mengeluarkan permainan saya. Kaki saya lagi nggak enak, lambat, fokusnya buyar,” ungkap Fitri soal permainannya. “Tegang pasti ada, sempat hilang juga, tapi malah banyak error, apalagi game pertama, nggak ada reli, sedikit-sedikit out,” kata Fitri. “Supaya nggak mati-mati sendiri itu ya harus benar-benar fokus dan pede dari latihan. Seperti waktu persiapan ke Badminton Asia Team Championships 2018. Saya merasa persiapannya oke, nggak ada kendala cedera,” kata Fitri.