CEO Dropbox, Drew Houston (kiri), dan salah satu pendiri perusahaan, Arash Ferdowsi, meluncurkan saham perdananya di bursa Nasdaq MarketSite, New York, AS, Jumat (23/3/2018). (AFP)

Saham Dropbox Meroket

JAKARTA (IndependensI.com) – Kehadiran Dropbox di Wall Street disambut hangat oleh para investor. Perusahaan penyedia layanan penyimpanan data daring itu menjual sahamnya untuk publik mulai Jumat (23/3/2018).

Saham berkode DBX di bursa Nasdaq ini ditawarkan dengan harga perdana US$21 per lembar. Tingginya antusiasme investor menggerek harga saham ini ke angka US$28,48 di akhir hari perdagangan. Harganya naik 35,6 persen setelah sempat mengalami kenaikan hingga 50 persen.

Saham Perdana Dropbox Dihargai Tinggi

Penawaran saham perdana Dropbox menjadi yang terbesar di sektor teknologi sejak 2017 ketika Snapchat melakukan IPO. Dropbox, yang berdiri sejak 2007, adalah salah satu dari sedikit perusahaan start-up yang bernilai lebih dari US$1 miliar, yang go public.

Tingginya permintaan saham DBX membuktikan bahwa tidak semua perusahaan teknologi informasi terimbas skandal Facebook. Saham Facebook pekan ini anjlok menyusul terungkapnya penyedotan data 50 juta penggunanya penggunanya secara tidak sah oleh Cambridge Analytica.

Dropbox adalah salah satu pelopor di bidang penyimpanan data daring. Layanan ini memungkinkan pengguna menyimpan berbagai datanya di “awan” agar bisa diakses dari berbagai yang terkoneksi internet. Semakin cepat dan murahnya koneksi internet membuat layanan ini semakin digemari.

Namun banyaknya pelanggan tidak sejalan dengan keuntungan perusahaan. Sebagian besar pengguna Dropbox masih menggunakan layanan penyimpanan data gratis. Dropbox juga harus bersaing dengan pemain besar seperti Drive (Google) dan OneDrive (Microsoft), yang juga menyediakan layanan gratis.

Dropbox menjual sahamnya ke masyarakat untuk mencari dana segar hingga US$750 juta. Nilai perusahaan berdasarkan IPO kemarin jauh melebihi proyeksi yaitu US$8 miliar.

One comment

Comments are closed.