Ganda petenis kursi roda Jepang, Yui Kamiji/ Manami Tanaka bertanding pada babak semi final nomor ganda putri Asian Para Games 2018 lapangan tenis Kelapa Gading Sport Club, Jakarta, Rabu (10/10/2018). (INAPGOC)

Jepang Temui Lawan Sepadan di Final Ganda

JAKARTA (IndependensI.com)  – Duet China unggulan dua, Hui Min Huang/Zhenzhen Zhu melaju ke final ganda putri Asian Para Games 2018 di lapangan tenis Kelapa Gading Sport Club, Jakarta, Rabu (10/10/2018). Hui/Zhu tanpa menemui hambatan mengalahkan pasangan Thailand, Wanitha Inthanin/Sakhorn Khanthasit 6-0, 6-2.

“Kami mencoba bermain lebih padu. Set awal sudah bagus. Hanya set kedua sedikit lengah dan hilang konsentrasi. Senang bisa bermain baik hari ini,” ujar Zhu usai bermain. Zhu yang pada hari ini juga harus bermain di nomor tunggal menghadapi Sakhorn dalam laga seru dan ketat. Namun berkat kesiapan fisik dan mental serta istirahat cukup unanda Srilanka unggulan tuk recovery, Zhu tampil maksimal.

“Saya mencoba menghemat tenaga karena sudah terkuras di nomor tunggal,” ujarnya. Laga final, Hui/Zhu akan melawan duet Jepang unggulan teratas Yui Kamiji/Manami Tanaka yang sebelumnya menundukkan ganda putri Korea, Myung-Hee Hwang/Ju-Youn Park 6-0, 6-1.

Sementara itu di nomor ganda putra, duet unggulan satu Jepang, Shingo Kuneida/Takashi Sanada perlu 75 menit untuk menghentikan perlawanan ganda unggulan tiga Srilanka, DSR Dharmasena/RALS Ranaweera 6-0, 6-1. Kendati skor sepertinya mudah, dalam pertandingan justru Shingo/Sanada sedikit kesulitan untuk menghentikan perlawanan lawannya.

“Mereka bermain bagus dan memperlambat tempo permainan. Mereka sangat padu dan kerjasama yang bagus di lapangan,” komentar Sanada usai bermain. Di babak final, Shigo/Sanada akan menghadapi ganda unggulan dua Korea, Ho Won Im/Ha-Gel Lee yang perlu ekstra stamina menghentikan laju performa terbaik duet Thailand unggulan empat, Suthi Khlongrua/Sunthorn Sridang 7-6(2), 6-3.

Kejutan terjadi di nomor Quad Single dimana unggulan tiga Korea, Kyu-Seung Kim menundukkan unggulan dua Jepang, Mitsuteru Moroishi 0-6, 6-3, 6-1. Pertandingan berjalan selama satu jam 52 menit di bawah terik matahari bertemperatur 33 derajat Celcius. Kyu bermain lebih aman dan melepas set pertama untuk mengetahui pola permainan serta serangan lawan. Memasuki set kedua, justru Kyu melakukan serangan melalui permainan cepat dan penempatan bola dari baseline.

Kyu mengontrol permainan lawan dengan baik. “Saya hanya mencoba memperbaiki serangan dan mencoba bertahan. Set pertama saya lepas, tetapi set berikutnya suda lebih baik,” ujar Kyu usai berlaga. Laga selanjutnya, Kyu akan menghadapi unggulan teratas dari Jepang, Koji Sugeno yang sebelumnya menang 6-3, 6-3 atas unggulan empat Shota Kawano 6-3, 6-3. Shota akan memperebutkan posisi 3-4 atau medali perunggu Mitsuteru.

Di babak final Quad Double, akan memainkan unggulan teratas Jepang, Mitsuteru Moroishi/Koji Sugeno melawan unggulan dua Korea, Kyu-Seung Kim/Myung Je Kim. Mitsuteru/Koji melaju ke babak final setelah menundukkan duet Taipei, Chu-Yin Huang/Tzu-Hsuan Huang 6-0, 6-3. Duet Chu/Tzu adalah yang menghentikan duet Indonesia, Dul Mariyanta/Erwin Subrata di perempat final, Selasa (9/10/2018). Sedangkan Kyu/Myung melaju ke final setelah nyaris terhenti sebelum akhirnya berhasil menang dari duet Thailand, Nutthaporn Taosrisagul/Sombat Yampapha 6-4, 6-0.