Ilustrasi tanding Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (Dok/Ist)

Tontowi/Liliyana Lebih Fokus Stamina

JAKARTA (IndependensI.com) – Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil mengamankan tiket babak kedua French Open 2018 setelah menang straight game atas Lee Yang/Hsu Ya Ching (Taiwan) 21-14, 21-17 di Paris, Prancis, Rabu (24/10/2018). Pasangan unggulan ketiga ini tak menemukan kesulitan berarti di laga pertama mereka. Namun Tontowi/Liliyana mengaku masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan dan shuttlecock yang berbeda dengan di Denmark Open 2018.

“Kami harus menyesuaikan diri lagi di pertandingan pertama ini karena shuttlecock beda dengan di Denmark. Selain itu kami harus fokus dengan stamina kami, karena ini turnamen kedua beruntun yang kami ikuti. Dengan shuttlecock yang begini, tenaga pasti terkuras, maka stamina kami harus bagus,” ujar Liliyana seperti dikutip dari rilis Humas PP PBSI. “Hari ini lawan tidak mudah dimatikan, kami harus menerapkan pola yang sesuai, baru bisa dapat poin. Tadi di game kedua sempat agak ramai, karena kami banyak melakukan kesalahan sendiri,” sebut Tontowi.

Tontowi/Liliyana kembali dihadapkan dengan wakil Taiwan di babak kedua French Open 2018, yaitu Wang Chi-Lin/Lee Chia Hsin. Kedua pasangan pernah bertemu di All England 2017, kala itu Tontowi/Liliyana menang dua game langsung dengan skor 21-8, 21-18. “Permainan pasangan Taiwan kurang lebih sama, tetapi Wang/Lee mungkin lebih ada serangannya, mereka pukulannya lebih kuat. Beberapa kali mereka bertemu lawan unggulan sempat ramai juga. Pokoknya besok kami harus siap capek dan bermain lebih sabar,” kata Liliyana yang dijumpai di stadion Pierre de Coubertin.

Sementara itu laga di babak pertama French Open 2018 menjadi laga terakhir bagi pasangan ganda campuran Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto. Keduanya harus menerima hasil yang kurang memuaskan setelah dikalahkan pasangan Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith, dengan skor 18-21, 18-21. Permainan Ricky/Debby memang tak dapat berjalan dengan baik, karena serangan mereka tidak bisa menembus pertahanan lawan. Hal ini diakui Ricky/Debby sebagai salah satu penyebab permainan mereka tidak dapat berjalan sesuai pola yang telah direncanakan.

“Lawan kami kalau dibilang istimewa sekali juga tidak, tapi kami yang tidak bisa mematikan lawan. Kami dapat posisi menyerang pun tidak bisa mematikan, bukan dari lawannya, tapi dari kaminya,” ujar Debby setelah pertandingan. “Sebetulnya dari awal kami sudah siap. Kami mau menerapkan pola permainan cepat, tapi lawan sudah menebak, saya juga masih kurang di power,” ujar Ricky.

Ini merupakan pertandingan terakhir mereka sebagai pasangan. Di turnamen selanjutnya, Debby akan berpasangan dengan Rinov Rivaldy, sedangkan Ricky bersama Della Destiara Haris. “Mungkin ini terakhir kalinya saya tanding di Paris, karena tahun depan kan tidak mungkin saya main di sini. Pastinya kurang puas dengan hasil terakhir ini, kami tampil di bawah performance, kelas kita harusnya bukan disitu, tapi ya itu tadi, nggak bisa nembus mereka, mau main apa jadi bingung,” tutur Debby.

Sektor ganda campuran mengirim dua wakil ke babak kedua lewat pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Sedangkan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja telah dihentikan unggulan keempat, Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong), di babak pertama.