ilustrasi

Oknum Penghulu Penolak Pendirian Gereja, Kini Diduga Terjerat Kasus Penjualan Aset Desa

PEKANBARU (Independensi.com) – Oknum Penghulu Desa Balai Jaya, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir – Riau yaitu Bapak AL yang dulu salah satu tolak pendirian Gereja GBI (Gereja Bethel Indonesia) Diaspora di Desa wilayahnya Km 37 Dusun Sei Khayangan Balai Jaya, kini diduga terjerat kasus menjual aset Desa.

Seorang warga yang beri informasi pada Independensi.com yang tidak bersedia namanya disebut, bahwa Pengulu AL kini akan mundur dari jabatannya, pasalnya Kades AL diduga menjual aset Desa Balai Jaya.

“Bapak Penghulu kami kini mau undur diri dari jabatannya karna diduga menjual aset Desa. Kata Pengulu lama sebelum Penghulu AL, apakah undur diri atau dilaporkan ke Polisi, kalau mengundurkan diri tidak dilaporkan ke Polisi, kalau tidak mundur  akan dilaporkan ke Polisi” ujarnya, Kamis (3/1/2019)

Kepala RT yaitu Bapak Panggabean yang dikonfirmasi, Panggabean mengakui bahwa Penghulu AL kini mengundurkan diri dari jabatan.

“Ya benar Kades kami sudah mundur, dia mengundurkan diri” ujarnya, Kamis (4/1/2019)

Namun ketika ditanya apa alasan Kades AL undur diri, Panggabean tidak berkomentar. “Kalau saya tidak tahu alasannya undur diri, ke yang lain saja tanya” katanya dengan nada pelan.

Ketika ditanya pada Panggabean apakah dugaan penjualan aset Desa benar dilakukan Penghulu AL dan apakah Ketua RT ikut penandatanganan surat tanah aset Desa, Panggabean ini hanya menolontarkan “Wah Gawat” lalu mematikan ponselnya.

Camat Balai Jaya, Bapak Samsuhir akui bahwa Penghulu Balai Jaya kini dalam proses undur diri. “Siapa bilang? Ya benar masih dalam peroses, karna diduga terjerat hukum” ujarnya, Kamis (3/1/2018).

Penghulu Balai Jaya Sebut Lebih Lebih Baik Menjual Orang daripada Jual Aset Negara

Sementara itu Penghulu Balai Jaya, AL menuturkan, menyangkal atas bahwa dirinya diduga jual aset desa.

“Benar nggak ya saya mengundurkan diri, kalau benar ya harus keluar surat saya terima dari Bupati, karena saya dilantik oleh Bupati”

Ditanya terkait dugaan yang disebut-sebut menjual aset Desa, Penghulu ini menyangkal. “Itu tidak benar, namun ada 10 orang menandatangani supaya saya mundur (petisi) ujarnya, Jumat (4/1/2019). (Mangasa Situmorang)