Mantan perenang AS, Jason Lezak (kedua kiri), berfoto bersama ketua panitia Wisnu Wardhana, Sekjen SEASF Harlin Rahardjo, pengurus Stadion Akuatik Rizal, dan technical delegate kejuaraan Albert Sutanto di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Juara Olimpiade Ramaikan Kejuaraan Renang di Senayan

JAKARTA (IndependensI.com) – Jason Lezak ikut meramaikan Kejuaraan Renang Master Asia Tenggara SEASF 2019 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 30-31 Maret 2019. Lezak adalah penentu kemenangan tim AS di nomor estafet 4x 100 meter gaya bebas putra Olimpiade Beijing 2008.

Lezak meraih medali emas lewat penampilan yang spektakuler. Tampil sebagai perenang terakhir, Lezak tertinggal setengah detik dari perenang Prancis, Alain Bernard. Saat itu, Bernard baru saja menorehkan rekor dunia di nomor 200 meter gaya bebas putra.

Tanpa kenal menyerah, Lezak terus mengejar. Di 25 meter terakhir, Lezak melesat hingga akhirnya menjadi perenang pertama yang menyentuh dinding di lomba ini. Bukan sekadar meraih kemenangan secara dramatis, Lezak memastikan tim AS mempertajam rekor dunia dengan 3 menit, 8,24 detik.

“Kemenangan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang selama karier saya. Sebelumnya kami tak terkalahkan di nomor ini. Tapi di Olimpiade 2000 dan 2004, kami gagal juara. Kemenangan di Olimpiade 2008 amat berarti karena kami bisa kembali membawa pulang medali emas,” kata Lezak, Rabu (27/3/2019).

Lezak berada di Indonesia atas undangan perkumpulan renang JAQ untuk memberikan pelatihan kepada atlet muda. Perenang berusia 43 tahun itu kabarnya juga akan mengikuti kejuaraan di Senayan.

“Nomor apa yang akan saya ikuti, saya rahasiakan. Kita lihat saja nanti di hari pertandingan. Saya sudah tujuh tahun pensiun, tapi saya rasa saya masih cukup cepat,” ujarnya.

Kejuaraan Renang Master Asia Tenggara SEASF 2019 diikuti hampir 400 orang. Kejuaraan ini terbuka untuk umum, sehingga pesertanya tidak hanya warga negara Asia Tenggara.

“Total sudah 378 orang yang medaftar yang berasal dari 17 negara. Mereka tidak mewakili negaranya tapi atas nama perkumpulannya masing-masing. Kebetulan mereka sedang berada di Indonesia,” kata ketua panitia Wisnu Wardhana.

Kejuaraan ini unik karena hanya menggunakan separuh dari panjang kolam yaitu 25 meter saja. Untuk itu, pengelola Stadion Akuatik menggeser salah satu sisi dinding ke tengah.

“Fitur ini sebenarnya sudah ada sejak renovasi pada 2017. Tapi baru di kejuaraan akhir pekan nanti fitur tersebut digunakan. Bahkan, sejak kolam renang ini dibangun pada 1962, baru sekarang ada kejuaraan renang jarak 25 meter di sini,” kata Sekretaris Jenderal Federasi Renang Asia Tenggara (SEASF) Harlin Rahardjo.