Suasana pertemuan tehnik (Technical Meeting) Invitasi Bola Basket Antar Media Nasional (IBBAMNAS) 2019 di Jakarta, Rabu (27/3/2019). Ajang basket antar media ini sedianya digelar pada 21-26 April di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. (Jusraga)

IBBAMNAS 2019 Mainkan Aturan Baru

JAKARTA (IndependensI.com) – Dalam rangka meningkatkan kualitas pertandingan, Invitasi Bola Basket Antar Media Nasional (IBBAMNAS) 2019 diputuskan mantan pebasket nasional boleh dimainkan. Untuk mantan pebasket nasional yang tampil di IBBAMNAS kali ini adalah seorang yang pernah bermain di Divisi Satu, Kobatama, PBL, IBL hingga ABL.

Selain itu, dalam satu tim hanya diperbolehkan satu pebasket yang memiliki kualifikasi tersebut dan berusia minimal 40 tahun ke atas. Keputusan ini sudah disetujui dalam pertemuan teknis (technical meeting) di Jakarta, Rabu (27/3/2019). Ajang basket antar media ini sedianya digelar pada 21-26 April di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta.

“Ada aturan baru yakni memainkan satu pemain mantan pebasket yang pernah bermain di Kobatama, IBL, NBL, PBL, divisi 1, dengan usia minimal 40 tahun. Diharapkan dengan adanya pemain ini, bisa menambah serunya pertandingan sekaligus memeriahkan turnamen,” ujar Lufti Zulkarnaen selaku penanggung jawab bidang verifikasi pemain IBBAMNAS 2019. Dia menambahkan, aturan ini untuk kali pertama diberlakukan pada gelaran Ibbamnas. Tujuannya adalah menaikkan kualitas dari invitasi ini dan juga meningkatkan persaingan antar tim peserta.

Lebih jauh Lufti mengatakan, salah satu tantangan berat yang dihadapi bidang verifikasi adalah banyak dari tim peserta yang merupakan gabungan dari grup perusahaan media dan menyangkut status karyawan. Selain itu diharapkan tim peserta tidak menggunakan pemain cabutan. “Salah satu hal penting bidang verifikasi yang harus diperhatikan adalah mengatur status pemain wartawan dan non-wartawan serta mencegah pebasket cabutan yang bermain di lapangan,” tambah Lufti.

Sementara itu Ketua Panpel Ibbamnas 2019 Erly Bahtiar mengatakan, ajang basket ini menjadi salah satu sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar jurnalis media cetak, online dan elektronik. “Ajang ini sudah menjadi perhelatan tahunan yang digelar Jusraga. Antusiasme para peserta pun sangat tinggi, mengingat selain berolahraga juga bisa menjadi pertemuan dari para jurnalis dan memperkuat persahabatan sesama rekan seprofesi,” ujar Erly.

Tercatat 15 tim basket media yang akan bertarung, yakni RCTI, CNN Indonesia, Trans 7, MNC, RTV, ANTV, Net TV, Media Grup, Mahaka Media, Emtek Grup, Berita Satu Media Holding, Kumparan.com, Tempo Grup, Kompas Gramedia dan Jurnalis All Star yang terdiri dari para jurnalis yang medianya tidak turut bermain. Pertandingan memakai sistem setengah kompetisi dan menggunakan aturan permainan dari PP Perbasi.