Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menghadiri diskusi terkait kebersihan dan pengelolaan sampah. (humas)

Masyarakat Diminta Daur Ulang Sampah

BEKASI (IndependensI.com)- Sampah terus menjadi suatu permasalahan di perkotaan yang sulit diatasi. Dari 1.700 ton sampah masuarakat  Kota Bekasi setiap hari, hanya sekitar 40 persen yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu di Kecamatan Bantargebang. Sisanya menjadi kendala,  dan diharapkan masyarakat dapat mengolah sampah melalui bank sampah yang sudah dibentuk.

Terkait sampah tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengajak warganya untuk bijak dalam mengelola sampah. Hal tersebut dikatakan Tri saat membuka Diskusi Kota Bekasi Bersih di Pasar Alam, Perumahan Vida, Kecamatan Mustikajaya, kemarin

“Saya ingin mengajak masyarakat untuk peduli terhadap sampah, dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan.  Salah satunya dengan memisahkan antara sampah basah dan sampah kering,  serta mendaur ulang sampah sebagai barang yang bermanfaat,” tuturnya.

Disebutkan, adanya tumpukan sampah akan menimbulkan bau tak sedap dan pemandangan yang kumuh. Terlebih, lahan TPA daya tampungnya sangat terbatas.

Maka ia menyebut  bahwa memilah sampah juga bagian dari ibadah. Dengan mengelola sampah secara  baik akan tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.

Dengan memilah sampah bisa meringankan beban petugas kebersihan, sehingga saat sampah diangkut ke mobil truk, petugas tidak lagi memilah mana sampah organik dan anorganik.

“Kalau masyarakatnya tidak ada yang peduli, Indonesia bisa jadi tempat sampah terpanjang di dunia, karena hobi buang sampah sembarangan dan dimanapun,” katanya. (jonder sihotang)