Polisi Dalami Isu Keterlibatan Tim Mawar Saat Kerusuhan 22 Mei

JAKARTA (IndependensI.com) – Anggota Tim Mawar, kelompok penculik aktivis peristiwa Mei 1998, mencuat dan diisukan sebagai dalang kerusuhan aksi 22 Mei 2019. Menanggapi isu yang mulai merebak ini, Polri langsung melakukan investigasi atas kabar tersebut.

“Sedang dilakukan pendalaman. Pada prinsipnya, penyidik melakukan upaya penyelidikan dengan memperhatikan berbagai sumber informasi, termasuk dari media tersebut,” tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2019).

Menurutnya, penyidik pastinya menggunakan metode secara khusus untuk penyelidikan terkait Tim yang dulu beranggotakan Kopassus TNI AD ini. “Sehingga kita mengetahui keterlibatan berbagai unsur dan juga kelompok,” imbuhnya.

Asep membantah munculnya isu tersebut berawal dari informasi internal kepolisian. Hanya saja, dia juga tidak menampik bahwa Polri melakukan investigasi menyeluruh demi mengungkap siapa dalang kerusuhan 22 Mei tersebut.

“Kita tidak pernah memberikan informasi sebegitu terbuka ya. Bahwa semua itu masih dalam penyelidikan kita,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini kepolisian sudah ada sebanyak 447 orang yang tersangka sebagai tersangka kerusuhan 22 Mei. Sementara 67 di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Mereka sebagian sudah dipulangkan ke orang tuanya masing-masing. Ada juga yang masih menjalani pembinaan di Rumah Anak Cipayung, Jakarta Timur.

“Masih didalami ya siapa aktor intelektualnya. Sedang dilakukan pendalaman sehingga dari aspek perencanaan, pelaksanaan, sampai eksekusi menjadi bagian proses penyidikan kita,” jelas dia.

Kapolri Jendral Tito Karnavian sendiri telah membentuk tim investigasi khusus dalam menangani kasus kerusuhan 22 Mei. Tim tersebut bertugas mencari fakta-fakta terkait urutan kejadian, hingga timbul korban.

Secara prinsip mekanisme, kerja kita tidak sendiri. Kita bekerja sama dengan Ombudsman dan teman-teman Komnas HAM. Kerjasamanya sifatnya adalah paralel, jadi semuanya bekerja. Nanti kita akan mengkonfirmasi hasil dari pada masing-masing. Tentunya semua ini akan dimulai dari aspek penyelidikan terkait kronologisnya,” ucapnya. (dan)