Dukung Pemanfaatan Pekarangan Istana Bogor, Kementan Kirim Ratusan Pohon Cabai

BOGOR (IndependensI.com)  – Kementerian Pertanian mengirimkan ratusan pohon cabai dan aneka sayuran lainnya untuk ditanam di Istana Bogor. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan lahan kosong di kawasan Istana Bogor.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto saat wawancara di Istana Bogor, Kamis (19/9), menyampaikan bahwa Ibu Negara, Iriana Jokowi menghendaki agar lahan-lahan kosong di sekitar Istana Bogor agar dapat ditanami aneka sayuran dan buah-buahan.

“Kami menyambut baik gagasan Ibu Negara memberi contoh bagaimana memanfaatkan pekarangan agar lebih produktif. Kementerian Pertanian sudah mengirimkan seratus lebih benih pohon cabai. Selain cabai, kami juga kirim aneka sayuran lainnya, seperti kangkung, rosella dan tanaman buah seperti sawo, jeruk dan mangga,” ujar pria yang akrab dipanggil Anton tersebut.

Menurut Anton, jenis cabai yang dibawa ke Istana Bogor adalah varietas king chilly dan mahkota yang ditanam dalam pot. “Kami juga berikan contoh model budidaya sayuran daun dalam teknik vertikultur. Satu lagi, kita lengkapi dengan beberapa tanaman buah unggul dalam pot atau tabulampot yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian,” tambah Anton.

Senada, Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Liliek Srie Utami mengatakan pihaknya bersama petugas rumah tangga istana sudah menata rapi 107 batang tanaman cabai sayuran daun, rosella dan beberapa tanaman buah di lahan kosong sekitar Istana.

“Pemanfaatan lahan kosong dengan tananam sayuran dan buah-buahan tidak hanya sekedar memberikan keindahan namun juga ada manfaatnya. Ini contoh bagus buat masyarakat luas bagimana memanfaatkan lahan pekarangan,” ujar Lilik.

Dihubungi terpisah, Plt Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Sukarman menjelaskan dipilihnya cabai karena merupakan komoditas yang dapat tumbuh di mana saja. “Cabai bisa adaptif dimana saja. Bisa pakai plastik polybag, pot dan media lainnya asalkan tersedia cukup air. Begitu juga dengan tanaman sayuran lainnya, bisa kok dibudidayakan dilahan sempit menggunakan teknik Polybag, vertikultur atau hidroponik. Kalau setiap rumah tangga bisa mencontoh langkah Ibu Negara, akan sangat luar biasa dampaknya untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” tukas Karman.