Sekda Kota Bekasi Reny Henstawati foto bersama anggota PWRI usai musyawarah. (humas)

Musyawarah PWRI Kota Bekasi Periode 2019-2024, Amit Riyadi Ketua Terpilih

BEKASI (IndepensensI.com)- Berkarya membangun Kota Bekasi,  bukan hanya dilakukan oleh aparatur aparat sipil negara (ASN) saja. Namun para pensiunan ASN  sangat dibutuhkan untuk pengalaman dan pemikirannya.

Ungkapan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati saat  membuka musyawarah Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Bekasi periode 2019 hingga 2024, Rabu ( 25/9/2019).

Acara yang diikuti kurang lebih 100 anggota PWRI Kota Bekasi tersebut, juga dihadiri PWRI Perwakilan Jawa Barat.

Sekretaris Daerah  mengapresiasi keberadaan organisasi itu karena organisasi tersebut dapat menjadi wadah untuk saling bersilaturahmi antara anggota yang notabennya adalah para pensiunan ASN Kota Bekasi. Tercatat data yang saya ketahui di tahun 2017 saja, sudah ada 4.200 anggota PWRI Kota Bekasi, kata Reny.

Ia  berharap para anggota pensiunan ASN anggota PWRI, dapat mewariskan semangat dalam bekerja pada generasi penerusnya, juga bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan.

“Faktor umur tidak bisa diganggu-gugat. Tetapi produktivitas nilai, kejiwaan serta semangat yang mampu di tularkan pada generasi muda ASN Kota Bekasi itu tidak ternilai harganya,” ujar Reny.

Sementara itu, Ketua PWRI Kota Bekasi terpilih 2019-2024, Amit Riyadi mengatakan bahwa PWRI di indoneisa sendiri sudah berdiri hampir 57 tahun lalu dengan anggota mencapai 5 juta orang di seluruh Indonesia.

Saat ini PWRI Kota Bekasi akan melaksanakan musyawarah dalam menentukan arah lima tahun kedepan.  Ia  yakin keberadaan PWRI  akan didukung oleh Pemkot Bekasi.

Ia menyebut ada lima  hal yang ditekankan dalam membangun organisasi PWRI, yakni anggota mau mengabdi secara sungguh sungguh, mampu menggerakkan organisasi PWRI lebih bagus lagi, dapat terus menjalin komunikasi yang baik kepada kepala daerah serta jajarannya, membuat program kerja yang jelas dan bermanfaat. (adv/humas/jonder sihotang)