Presiden Jokowi  dalam sambutan  meresmikan  terowongan Underpass Yogyakarta International Airport, Jumat (31/01/2020) foto HR birrkompu

Presiden Jokowi Resmikan Underpas YIA, Yogjakarta Memiliki Underpass Terpanjang di Indonesia

YOGYAKARTA (Independensi.com) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Jawa Tengah telah menyelesaikan proyek pembangunan underpass Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR ) dalam laporan pada saat peresmian Underpass Yogyakarta International Airport, di Kulonprogo, hari Kamis (31/01/2020) mengatakan, Pembangunan underpass ini bertujuan agar akses Jalan Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta tetap terbuka karena pembangunan Bandara Kulonprogo memotong jalan Pansela yang lama.

Proyek Underpass YIA dimulai pada November 2018 dan selesai lebih awal pada pertengahan Desember 2019  dengan biaya Rp 293 miliar bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) / Sukuk Negara Tahun Anggaran 2018-2019.

Underpass ini akan dilengkapi sistem audio suara  untuk menyampaikan pesan-pesan Peringatan kepda setiap pengendara “ hati-hati kecepatan maksimal  40Km, nyalakan lampu” hal ini disampaiakan  bagi  keselamatan berkendara selama berada di dalam underpass tersebut.

Sementara Presiden Jokowi  dalam sambutan  mengatakan “Dengan mengucap Bismillah Irohman Irohim, dan dengan memohon Rahmat Tuhan Yang Maha Esa dengan ini saya resmikan  terowongan Underpass Yogyakarta International Airport.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Basuki, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X,  Bupati Kabupaten Kulon Progo Sutedjo dan Direktur Utama PT Wika Tumiyana.

Presiden Jokowi dalam  keterangannya kepada awak media  mengatakan, Underpass YIA  nantinya dapat memberikan kontribusi terutama peningkatan turis menuju Yogyakarta, Borobudur, Prambanan, dan sekitarnya.

“Tinggal kita nanti menyelesaikan layanan transportasi antarmoda yang terkoneksi sehingga masyarakat memiliki pilihan-pilihan. Ada opsi yang bisa dipilih dalam rangka pelayanan kepada turis dan masyarakat,” imbuh Presiden.

Sementara Direktorat Jenderal Binamarga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, Underpass YIA merupakan yang terpanjang di Indonesia dengan bentang 1,3 kilometer dan terdiri dari konstruksi terowongan (slab tertutup) sepanjang 1.095 meter serta jalan pendekat arah timur dan barat masing-masing sepanjang 110 meter dan 100 meter. Underpass memiliki lebar 7,85 meter, clearance atas 5,2 meter dan samping 18,4 meter.

Terowongan YIA  dihiasi ornamen khas Yogyakarta seperti Tari Jathilan, Tari Angguk Putri, Kalamakara dan Setilir Gebleg Renteng.

Terowongan YIA selain menghubungkan Purwokerto dengan Yogyakarta melalui Pansela, diharapkan underpass YIA ini dapat memperlancar arus lalu lintas warga Kulon Progo dan sekitarnya sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo.

Dengan beroperasinya underpass YIA juga mendukung Jalur Pansela sebagai alternatif Jalur Pantura yang telah padat lalu lintasnya dan menjadi jalur wisata. (wst)