Tiga Menteri ke Swiss dan Inggris Amankan Vaksin Covid 19 untuk Indonesia

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Pemerintah mengirim tiga menteri yakni Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Menteri BUMN Erick Tohir ke Swiss dan Inggris. Tujuan keberangkatan mereka dalam rangka mengamankan komitmen pengadaan vaksin Covid-19 dari sejumlah perusahaan yang menyatakan siap melakukan produksi.

“Memang benar Pak Menkes, Menteri BUMN dan Ibu Menlu sedang dalam perjalanan pembahasan secara lebih detail,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Airlangga Hartarto Airlangga, dalam siaran teleconference usai rapat bersama Presiden Joko Widodo, Senin (12/10).

 

Airlangga menjelaskan, dari Sinovac, Indonesia diperkirakan mendapat 18 juta vaksin pada tahun ini. Kemudian di 2021 sebanyak 125 juta vaksin.

“Sinopharm itu diperkirakan Desember 15 juta dan tahun depan 50 juta. Sedangkan Cansino direncanakan tahun depan 15 juta dan Astra Zenica 100 juta,” ungkap Airlangga merinci.

Seperti diketahui, ada tiga produsen yang didatangi Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Biofarma terkait pengadaan vaksin Covid-19 yaitu Cansino, G42/Sinopharm dan Sinovac.

Ketiga perusahaan tersebut sudah masuk tahap akhir dalam uji klinis. Pada tahap ketiga ini produsen sedang proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.

Seperti Cansino melakukan uji klinis tahap ke-3 di China, Arab Saudi, Rusia dan Pakistan. Kemudian perusahaan G42/Sinopharm melakukan uji klinis tahap ke-3 di China, Uni Emirat Arab (UEA), Peru, Moroko dan Argentina. Sedangkan Sinovac melakukan uji klinis tahap ke-3 di China, Indonesia, Brazil, Turki, Banglades, dan Chile.

Ketiga perusahaan ini pun telah mendapatkan Emergency Use Authorization dari Pemerintah Tiongkok pada Juli 2020 lalu. Meski begitu, masing-masing perusahaan memiliki kapasitas produksi yang berbeda.

Tahun ini Cansino menyanggupi 100 ribu vaksin untuk single dose (satu kali vaksinasi per orang) di bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.

G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin untuk dual dose (dua kali vaksinansi per orang) tahun ini, lalu 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020. Sementara itu Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020. Komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin untuk single dose vials pada minggu pertama November.