Tim Pengmas FMIPA UI di Pantai Muara Beting

Upaya Konservasi dan Pencegahan Abrasi Melalui Penanaman Bakau

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Banjir rob yang terjadi di Muara Gembong, khususnya Desa Pantai Bahagia merupakan peristiwa yang sangat berdampak bagi warga sekitar. Musim hujan yang berlangsung juga menambah parahnya banjir rob yang terjadi di daerah tersebut. Hal tersebut yang menjadi dorongan bagi dosen dan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) untuk turut membantu meringankan beban yang dialami oleh warga sekitar.

Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Tanam Bakau Bahagia yang terdiri atas sepuluh mahasiswa yang diketuai oleh Bismi Yasinta Maharani, Dr. Retno Lestari, M.Si. selaku dosen pembimbing,  Yayasan Pandu Cendekia, dan Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) UI telah melakukan penanaman sebanyak 500 bibit bakau di Pantai Muara Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada hari Sabtu, 13 November 2021.

Lokasi penanaman bakau yang dikerjakan Tim Pengmas FMIPA UI.

Abrasi yang semakin parah seringkali dikeluhkan oleh masyarakat di Pantai Bahagia. “Banjir rob yang sering terjadi memberikan dampak yang sangat besar pada warga sekitar, terlebih kalau banjir itu baru bisa surut sekitar 4–7 hari. Anak-anak sekolahnya juga jadi terganggu dan banyak juga tambak kepiting yang ikut terdampak dan jadi gagal panen,” ujar Siti Mardianah selaku warga sekitar.

Penanaman bibit bakau diharapkan mampu menimilalisir dampak dari abrasi dan menambah kesejahteraan warga Desa Pantai Bahagia.

Konservasi biota laut dan ekowisata juga merupakan salah satu tujuan dari penanaman bibit bakau. Biota laut yang dikonservasi, antara lain ikan, udang, kepiting, dan siput yang dapat diolah dan dimanfaatkan oleh warga sekitar. Hal ini diharapkan mampu menambah pendapatan warga sekitar dan menjadikan Desa Pantai Bahagia sebagai salah satu destinasi tak terlewatkan di Kabupaten Bekasi.