![]()
JAKARTA (IndependensI.com) – Bahaya merokok masih menjadi isu serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan remaja. Merokok tidak hanya berisiko tinggi menyebabkan berbagai penyakit kronis, termasuk kanker, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup generasi muda. Menyadari hal ini, Puskesmas Kramat Jati dan mahasiswa spesialis onkologi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia mengadakan penyuluhan kesehatan bertajuk “Gerakan Edukasi Berhenti Merokok untuk Indonesia” (GEEMOI) yang melibatkan kalangan remaja di SMP Negeri 281 Kramat Jati, Jakarta (16 September 2025).
Kegiatan di aula SMP Negeri 281 ini dihadiri oleh 100 siswa dan dibuka dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMP Negeri 281, yang menekankan pentingnya edukasi tentang bahaya merokok bagi kesehatan remaja. Selanjutnya, PJ Usaha Berhenti Merokok (UBM) Puskesmas Kramat Jati juga memberikan sambutan, menegaskan komitmen untuk mendukung upaya pencegahan kanker sejak dini dari perilaku merokok di kalangan siswa. Para siswa diajak untuk menandatangani komitmen sebagai bentuk upaya untuk berhenti merokok dan katakan tidak pada rokok, yang diharapkan dapat membangun kesadaran dan tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri.

Kegiatan ini juga mencakup pengisian link survei tentang kebiasaan merokok yang dilakukan oleh siswa. Acara di awali dengan deklarasi komitmen bersama secara simbolis dengan membubuhkan tanda tangan memakai tinta spidol berwarna yang diwakili seorang siswa dan diikuti oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, puskesmas, dan perwakilan dari Mahasiswa Spesialis Onkologi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia yang mengungkapkan dan mengukir tekad untuk tidak merokok. Dengan semangat “Katakan Tidak pada Rokok”, diharapkan program ini dapat menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan sadar akan bahaya merokok.
Tim Puskesmas Kramat Jati memberikan edukasi tentang bahaya merokok disampaikan oleh Ns. Julita Sibarani, S. Kep yang memperkenalkan program GEEMOI. Selain itu, dr. Lofita menyampaikan informasi mengenai NAPZA dan kesehatan jiwa yang perlu untuk siswa ketahui. Sementara Ns. Jelita, S. Kep. M.Kep Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Keperawatan Spesialis Onkologi Universitas Undonesia memberikan penjelasan mendalam mengenai dampak merokok terhadap kesehatan, mulai dari bagaimana rokok dapat menyebabkan kanker, ajakan untuk menjauhi dan berhenti merokok. Materi edukasi disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi, gambar, serta diskusi bersama, sehingga para siswa dapat memahami secara langsung kandungan berbahaya dalam rokok, seperti nikotin, TAR, arsenik, hingga formalin, yang berkontribusi besar terhadap timbulnya penyakit kanker paru, kanker tenggorokan, serta berbagai gangguan kesehatan lainnya serta langkah nyata perubahan perilaku untuk menjauhi rokok.

Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan juga pemeriksaan kadar karbon monoksida (CO) menggunakan CO Analyzer oleh tim Puskesmas Kramat Jati serta Mahasiswa Spesialis Onkologi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indoensia. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai dan mengontrol dampak yang ditimbulkan oleh asap rokok pada perokok aktif maupun pasif. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pada zona hijau, dengan nilai 1-6 CO ppm, terdapat kurang dari 1% CO dalam darah.
Zona oranye, dengan nilai 07-10 CO ppm, menandakan bahwa individu tersebut adalah perokok ringan atau perokok pasif, atau seorang nonperokok yang terpapar asap karena kondisi lingkungan yang buruk. Sedangkan zona merah, dengan nilai 11-30 CO ppm, menunjukkan bahwa individu tersebut adalah perokok aktif dengan tingkat CO yang sangat tinggi dalam darah.
Dari hasil pemeriksaan didapatkan hasil bahwa sebagian siswa terpapar CO di batas atas normal, yakni di angka 5-6 ppm. Meskipun masih dalam batas normal (zona hijau), namun usia mereka yang masih muda dan nilai tersebut cukup mengkhawatirkan karena akan meningkat jika tidak diterapi dengan baik. Hal ini menjadi perhatian bagi pihak sekolah dan diharapkan ada evaluasi lebih lanjut dari pihak Puskesmas Kramat Jati untuk membimbing siswa tersebut agar dapat menjauhi asap rokok. Siswa yang memiliki kadar CO di batas atas normal akan mendapatkan pendampingan dari UKS dan Puskesmas Kecamatan Kramat Jati. Tes ini memberikan bukti objektif yang dapat memotivasi siswa untuk berhenti merokok, karena mereka menyadari bahwa asap rokok dapat merusak paru-paru mereka dan berpotensi menyebabkan kanker.
Metode interaktif dalam penyuluhan ini terbukti efektif, dengan siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif bertanya dan berbagi pengalaman pribadi, yang menunjukkan betapa pentingnya pendidikan kesehatan bagi mereka di usia remaja saat ini. Kepala Sekolah SMP Negeri 281 menyambut baik kegiatan ini dan berharap penyuluhan semacam ini dapat dilakukan secara rutin. Pemberian penyuluhan dari Puskesmas dan Mahasiswa Spesialis Onkologi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, diharapkan upaya pencegahan merokok di kalangan remaja dapat terus berlanjut.
(Penulis: Ns. Jelita, S. Kep, M. Kep)

