Pembukaan kegiatan pelatihan Pusat Krisis FIK UI: “Penguatan Fisik dan Psiko Spiritual untuk Relawan” oleh Dekan FIK UI, Agus Setiawan, SKp., MN, DN, melalui zoom, 17 Desember 2021.

Pusat Krisis FIK UI Kuatkan Ratusan Relawan Covid-19

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Pusat Krisis Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (Puskris FIK UI) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penguatan Fisik dan Psikospiritual dilaksanakan sebagai bentuk Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berjudul “Penguatan Fisik dan Mental Relawan Pusat Krisis FIK UI”.

Beberapa relawan Covid-19 khususnya relawan Puskris FIK UI saat ini masih ikut tergabung dalam garda terdepan dalam penanganan kasus pasien Covid-19 di rumah sakit. Saat masa-masa meningkatnya jumlah pasien Covid-19 menyebabkan tingginya beban kerja yang dirasakan oleh relawan. Beban kerja yang tinggi dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis relawan. Hal tersebut masih berdampak hingga sekarang dan akan mempengaruhi keselamatan diri perawat dan keselamatan pasien. Salah satu upaya yang dilakukan dalam menghadapi hal tersebut yaitu perlunya peningkatan ketahanan fisik dan psikospiritual relawan.

Kegiatan PPM yang diselenggarakan oleh Puskris FIK UI dengan dukungan dana dari Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI), dilaksanakan secara daring pada tanggal 17-18 Desember 2021 dengan target sasaran yaitu relawan Covid-19. Tingginya animo peserta menyebabkan peserta yang ikut tidak hanya yang memiliki pengalaman sebagai relawan Covid-19, namun juga relawan bencana alam, relawan kabupaten sehat, relawan wabah muntaber, relawan penyuluh diare, dan relawan pendamping anak kanker. Kegiatan ini diikuti oleh 165 relawan yang berasal dari bebebapa daerah di Indonesia.

Narasumber dalam kegiatan ini yaitu terdiri dari tiga tim. Tim pertama yaitu narasumber yang membahas terkait penguatan fisik yaitu Dr. Tuti Nuraini, SKp., M.Biomed, Dessie Wanda, S.Kp., M.N., Ph.D, Ns. Shanti Farida Rachmi, S.Kep., M.Kep., Sp.KMB. Dalam materinya disampaikan bahwa salah satu yang menjadi perhatian khusus relawan yaitu adalah strategi memenuhi gizi seimbang di saat sibuk.

Kondisi pekerjaan yang banyak dan lebih lama menyebabkan jadwal makan relawan terganggu, tidak maksimalnya pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan relawan, sehingga pada akhirnya dapat mempengaruhi imunitas para relawan dan memperbesar risiko relawan terpapar infeksi. Materi kedua tentang pentingnya Yoga dan aktifitas fisik yang seimbang untuk para relawan. Di bagian akhir pelatihan hari pertama, relawan diajak melakukan Yoga bersama dengan dipandu oleh Ns. Tri Budiati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Mat.

Ns Tri Budiati, SKep., M.Kep., Sp.Mat. memandu peserta melakukan yoga bersama.

Tim kedua narasumber yang membahas terkait penguatan psikologis untuk relawan yaitu Ice Yulia Wardhani, S.Kp., M.Kep., Sp.Kep.J., Dr. Novy Helena CD, S.Kp., M.Sc., dan Poppy Fitriyani, S.Kp., M.Kep., Sp.Kep.Kom yang membahas relawan menjaga Kesehatan jiwa dan mengelola stress. Selanjutnya dalam topik penguatan psikologis juga dibantu oleh 10 fasilitator dalam memberikan self-help group. Peserta relawan dibagi menjadi 10 kelompok, yang masing-masing dengan fasilitator di dalamnya. Dalam kegiatan self-help group peserta saling berbagi pengalaman yang dialami, saling bekerja sama untuk mencapai tujuan, dan menggunakan kekuatan untuk melawan masalah dalam hidupnya.

Tim ketiga narasumber yang membahas terkait penguatan spiritual relawan yaitu Tuti Afriani, S.Kep., M.Kep. dan Dr. Dewi Gayatri, M.Kes. Dalam materinya disampaikan bahwa pengalaman covid-19 telah membuat kita merenung kualitas hidup, Kesehatan, dan kesejahteraan, dan yang terpenting adalah akhir hidup. Sehingga relawan, harus dapat menumbuhkan spiritual confidence, mengetahui spiritual diri kemudian baru membantu orang lain. Relawan juga dapat menguatkan spiritual dengan menggunakan mindfulness therapy. Salah satu bentuk yang dilatihkan juga ke peserta yaitu gerakan yoga  dimana tidak hanya memberikan manfaat untuk penguatan fisik, namun juga secara psikospiritual.

Ketua Pusat Krisis FIK UI sekaligus Ketua Pengabdi Masyarakat Dr. Tuti Nuraini, SKp., M.Biomed berharap para relawan agar mempersiapkan keselamatan dan kesehatan diri dulu, baik fisik, psiko, dan spiritual. Dengan demikian, baru dapat membantu orang lain yang membutuhkan bantuan. Apalagi saat menjadi relawan Covid-19, resiko tertular sangat tinggi. Relawan harus mampu bekerja dengan baik, tanpa tertular Covid-19.

Selain melakukan pelatihan, tim pengabdi juga membentuk group relawan sehat  menggunakan platform komunikasi via chat yang menjadi wadah untuk komunikasi lebih lanjut dan berbagi pengalaman atau cerita antara relawan terkait kegiatan menjadi relawan dan juga dalam meningkatkan ketahanan fisik dan psikospiritual relawan. Para peserta berharap dapat memaksimalkan group relawan dan juga dapat menyebarluaskan informasi pelatihan yang didapatkan ke rekan-rekan relawan lainnya.