Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana.(foto/muj/independensi)

Kasus Mafia Pelabuhan, Sembilan Orang Dicegah ke LN Termasuk dari BC

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Kejaksaan Agung melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap sembilan orang terkait kasus mafia pelabuhan yang sehubungan dugaan korupsi penyalahgunaan fasilitas Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KB-KITE) pada Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas tahun 2015-2021.

Diantaranya mereka yang dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan terhitung sejak 7 Maret 2022 adalah pegawai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Sedangkan sebagian besar lainnya dari pihak swasta.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan Senin (7/3) malam, pencegahan terhadap ke sembilan orang tersebut dilakukan Jaksa Agung Muda bidang Intelijen atas nama Jaksa Agung.

Adapun pencegahan ke luar negeri, tutur Sumedana, dilakukan karena mereka diduga terlibat dan untuk
mempermudah proses penyidikan dalam rangka pemeriksaan dan menggali informasi dari kasus tersebut.

“Sehingga jika suatu saat dilakukan pemanggilan, kesembilan orang yang dicegah masih tetap berada di wilayah hukum Republik Indonesia,” kata mantan Aspidsus Kejati Jawa Tengah ini.

Ke sembilan orang yang dicegah
bepergian ke luar Negeri yaitu:
1. LGH selaku Direktur PT Eldin Citra berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-17/D/Dip.4/03/2022 tanggal 7 Maret 2022,
2. SWE (Pegawai Negeri Sipil) berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-18/D/Dip.4/03/2022 tanggal 7 Maret 2022.
3. H (ASN Dirjen Bea Cukai) berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-19/D/Dip.4/03/2022 tanggal 7 Maret 2022.
4. MRP (Direktur PT. Kenken Indonesia) berdasarkan
Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-20/D/Dip.4/03/2022 tanggal 7 Maret 2022.
5. MNEY (Karyawan Swasta) berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-21/D/Dip.4/03/2022 tanggal 07 Maret 2022.
6. PS (Mantan Direktur PT. Hyup Seung Garmen Indonesia);
berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-22/D/Dip.4/03/2022 tanggal 7 Maret 2022.
7. ZM bin G (Kepala Produksi di PT. Eldi Citra Lestari) berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-23/D/Dip.4/03/2022 tanggal 7 Maret 2022.
8. JS (Manajer Exim PT. Hyup Seung Garmen Indonesia) berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-24/D/Dip.4/03/2022 tanggal 07 Maret 2022.
9. TS (Direktur CV Mekar Inti Sukses) berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-25/D/Dip.4/03/2022 tanggal 7 Maret 2022.(muj)