![]()
BEKASI (IndependensI.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) berupa pajak, retribusi dan sumber lainnya, merupakan sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) suatu pemerintahan daerah. Maka, setiap potensi yang ada untuk meningkatkan pendapatan akan terus digali dan diupayakan.
Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus berupaya mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan PAD.
Di Kabupaten yang memiliki sekitar 7.600 industri yang tersebar di 11 kawasan, pemerintah daerah berkolaborasi dan membangun sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan pendapatan, yang bertujuan untuk membiayai pembangunan.
disebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin, kolaborasi adalah hal penting, terlebih Kuasa Pemilik Modal (KPM) adalah Bupati Bekasi.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) disebut salah satu-satunya Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi, diharapkan penyumbang PAD setiap tahun.
Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama legislatif, harus mendukung bersama Perusahaan Daerah tersebut untuk lebih maju dan besar.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan PAD dari BUMD tersebut.
Maka, salam waktu dekat, berpikir akan melakukan rapat koordinasi untuk menjalankan program-program dengan baik untuk meningkatkan PAD. Semua pihak harus bekerja lebih keras, dan tentu saja tetap melakukan efisiensi terhadap kegiatan yang kurang produktif.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Lutfi menjelaskan, tahun 2026 ini, berpikir terus berupaya meningkatkan pendapatan perusahaan. Diantaranya, memperluas cakupan wilayah pelayanan air bersih dan menambah pelanggan.
Termasuk melakukan kerjasama dengan pihak pengelola kawasan industri, mengingat Kabupaten Bekasi merupakan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
“Ini menjadi potensi menjadi pelanggan untuk mendongkrak pendapatan,” katanya. (jonder sihotang)

