CEO Gideon Badminton Academy (GBA) Marcus Fernaldi Gideon berfoto bersama para atlet binaan GBA dalam acara pemberian apresiasi di Gideon Badminton Hall, Ciangsana, Bogor, Senin (9/3/2026). (Ist/GBA)

GBA Berikan Kontribusi Nyata Bagi Bulu Tangkis Indonesia

Loading

BOGOR (Independensi.com) – Sedikitnya empat pebulu tangkis hasil binaan Gideon Badminton Academy (GBA) dalam dua tahun terakhir, menembus ketatnya persaingan menjadi atlet Pelatnas PBSI Cipayung. Hal ini menjadi sebuah pencapaian luar biasa dari akademi yang baru berdiri pada 2022, mampu memberikan kontribusi nyata bagi bulu tangkis di Tanah Air.

“Dalam dua tahun sudah ada empat pemain kita yang masuk pelatnas. Tahun lalu dua orang, tahun ini dua orang lagi. Senang sekali melihat perkembangannya,” ujar CEO GBA, Marcus Fernaldi Gideon dalam acara pemberian apresiasi di Gideon Badminton Hall, Ciangsana, Bogor, Senin (9/3/2026). Marcus yang juga mantan pemain ganda putra nomor satu dunia berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo mengatakan, selanjutnya diharapkan GBA dapat secara konsisten menyumbangkan atlet-atlet terbaiknya ke Pelatnas.

Sejak memutuskan pensiun dari dunia profesional, Marcus kini aktif terlibat langsung dalam proses pembinaan atlet di akademi tersebut. Ia kerap hadir di lapangan untuk memantau latihan para atlet bahkan sesekali menjadi sparring partner. “Kalau tidak ada kegiatan lain, saya biasanya datang setiap pagi untuk memantau latihan. Setelah itu kadang saya ikut sparring dengan mereka,” ujarnya.

Selain Marcus, GBA juga menghadirkan sejumlah pemain berpengalaman untuk meningkatkan kualitas latihan atlet muda. Beberapa atlet pelatnas juga kerap datang berlatih bersama sehingga memberikan pengalaman tanding yang lebih kompetitif.

Dalam pengembangan akademi, GBA juga mulai memperkuat sektor tunggal dengan merekrut mantan pemain pelatnas Tommy Sugiarto sebagai pelatih. Kehadiran peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2014 tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pemain tunggal di akademi.

Gideon Badminton Academy sendiri lahir dari mimpi almarhum Kurniahu Tjio Kay Kie, ayah Marcus Gideon, yang memiliki keinginan kuat untuk membangun fasilitas pembinaan bulu tangkis dan mencetak atlet masa depan Indonesia.

Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, Gideon Badminton Academy berharap dapat terus melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang mampu memperkuat prestasi bulu tangkis Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Apresiasi

Dalam kesempatan yang sama, GBA memberikan apresiasi kepada atlet binaannya yang berhasil menembus Pelatnas PBSI Cipayung dengan mengembalikan biaya latihan selama dua tahun. Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras atlet sekaligus motivasi bagi pemain muda lain untuk terus berjuang meraih prestasi di level nasional.

Apresiasi tersebut diberikan kepada Joven Farandi, atlet binaan GBA yang mengikuti program latihan secara mandiri selama dua tahun. Selama periode tersebut, Joven tercatat telah membayar biaya latihan dengan total mencapai Rp162 juta dan  dikembalikan sepenuhnya oleh akademi setelah berhasil menembus Pelatnas PBSI.

Joven Farandi bersama rekannya Joseph Marcellino Kyta berhasil mengamankan tempat di Pelatnas Cipayung setelah meraih gelar juara pada Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026. “Ini bentuk apresiasi untuk atlet yang masuk pelatnas dari jalur biaya mandiri, bukan beasiswa. Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet lain untuk terus berlatih dan berjuang menembus pelatnas,” ujar Marcus.

Selain Joven Farandi, atlet GBA lain yang berhasil menembus Pelatnas tahun ini adalah Joseph Marcellino Kyta. Berbeda dengan Joven, Marcell merupakan atlet yang sejak awal mendapatkan program beasiswa dari GBA, sehingga tidak dikenakan biaya latihan selama menjalani pembinaan. Marcell sendiri mulai bergabung di GBA sejak usia 10 tahun.

Keberhasilan pasangan Joven/Marcell menambah daftar atlet binaan GBA yang berhasil menembus Pelatnas PBSI dalam dua tahun terakhir. Pada tahun sebelumnya, pasangan ganda campuran Muhammad Nawaf Khoiriyansyah dan Luna Rianty Saffana juga berhasil masuk Pelatnas setelah meraih prestasi pada Kejuaraan Nasional PBSI 2024 dan turnamen Sirnas Premier.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *