Petembak Andreas Yunus Boki di atas podium juara pada PON XX Papua 2021. (Istimewa)

Andreas dan Paulina Banggakan Papua

Loading

JAYAPURA (Independensi.com) – PON XX Papua 2021 ternyata meninggalkan banyak kenangan indah untuk diceritakan. Pesta olahraga terbesar yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia bagian timur tersebut telah berlangsung dengan aman dan sukses. Peran serta Kodam XVII/Cenderawasih terlalu penting untuk dilupakan sehingga even bertaraf nasional tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Selain mendukung dalam bidang pengamanan terdapat beberapa atlet dari Keluarga Besar Kodam XVII/Cenderawasih yang juga turut menyumbangkan 20 medali terdiri dari 7 emas, 4 perak dan 11 perunggu bagi Provinsi Papua. Kala itu, tuan rumah bertengger di posisi peringkat empat klasemen pengumpul medali dari 34 Provinsi.

Salah satu atlet dari Bumi Cenderawasih yang berlaga adalah Serda Andreas Yunus Boki. Dia berasal dari satuan Korem 174/ATW Merauke dan lulusan Secaba PK 2018. Andreas berhasil merebut 3 emas dan 1 perunggu pada cabang olahraga menembak di nomor Double Trap Man Individual, Double Trap Team dan Team Trap. Dia berhasil menyapu bersih gelar juara di ketiga nomor tersebut dan hanya nomor Individual Trap berada di posisi ketiga.

Andreas adakah salah satu putra terbaik dari Kabupaten Merauke yang  berkecimpung di dunia menembak. Kiprahnya dimulai sejak 2019 setelah bergabung dengan Perbakin Papua. Sempat selama dua tahun, Andreas berlatih di Lapangan Tembak Cilodong Divisi 1 Kostrad Jawa Barat demi meningkatkan keterampilan menembaknya. Hasilnya, tidak sia-sia Andreas mengabdikan diri dalam pelatihan dan disiplin berlatih hingga meraih medali emas PON Papua 2021.

Selain Andreas, terdapat pula anggota Persit Kodam XVII/Cenderawasih yang turut memberikan medali bagi Provinsi Papua. Paulina Karem adalah istri dari Praka George Karlos anggota Jasdam XVII/Cenderawasih, berhasil mempersembahkan medali perunggu dari cabang olahraga tenis lapangan kategori beregu putri.

Olahraga tenis lapangan telah digeluti oleh Paulina sejak duduk di kelas 4 SD, membawanya masuk dalam tim tenis Provinsi Papua untuk PON. Saat pentahapan untuk masuk tim PON, Paulina juga menjalani seleksi ketat yang menguras fisik dan mentalnya. Setelah lolos, Paulina pun harus meninggalkan keluarga selama pemusatan latihan dua tahun di Yogyakarta.

Pengorbanan dengan meninggalkan suami dan anak yang masih balita membuahkan hasil manis dengan medali perunggu yang diperolehnya. Paulina telah menjadi kebanggaan bagi Keluarga Besar Ksatria Pelindung Rakyat dan Persit Kodam XVII/Cenderawasih dengan prestasi yang membanggakan.

Wanita asli berasal dari Papua ini dapat menjadi contoh bagi anggota Persit lainnya, dimana selain sebagai istri prajurit juga mampu berprestasi dengan persembahan medali bagi tuan rumah di ajang PON Papua 2021.