Satu unit alat berat sedang memperbaiki jalan dampak pergerakan tanah di Kabupaten Bekasi. (humas)

Pergerakan Tanah  di Kabupaten Bekasi Meluas

Loading

BEKASI (IndependensI.com)- Pergerakan tanah yang menyebabkan sejumlah rumah rusak, dan jalan penghubung dua kecamatan di Kabupaten Bekasi wilayah selatan,  hingga kini masih terjadi. Bahkan, bencana alam dampak hujan yang terus turun, semakin meluas.

Pergerakan tanah dan membuat  lokasi rumah penduduk ambles,  terjadi di Kampung Legok Cariu, Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi.

Dampak pergerakan tanah menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah, pipa air bersih terputus hingga gangguan aliran listrik. Bahkan terbaru, Jalan Raya Sukamukti-Sukabungah mengalami ambles yang cukup parah.

Akses jalan dari Kecamatan Cikarang Pusat menuju ke Bojongmangu atau sebaliknya, terputus. Masyarakat harus mencari jalan alternatif menuju dua wilayah bertentangga tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan, pihaknya bersama Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) setempat, juga melibatkan aparat kecamatan setempat,  melakukan langkah darurat penanganan jalan ambles tersebut.

Bagi warga yang terdampak pergerakan tanah,  Dinas Sosial Kabupaten Bekasi telah memberikan bantuan tenda pengungsian serta logistik kebutuhan sehari-hari.

Penanganan jangka panjang dampak tanah ambles,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama instansi terkait, diantaranya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), merekomendasikan apakah warga perlu direlokasi dari lokasi tersebut atau rumahnya boleh diperbaiki dan huni kembali, akan dikaji.

Sebagaimana diketahui, hujan deras di daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Karawang Jawa Barat ini,  terjadi sejak Senin  lalu, menyebabkan pergerakan tanah susulan sehingga menyebabkan jalan ambles.(jonder sihotang)