Kodaeral V bersama Forkopimda Kota Semarang melaksanakan pemusnahan bawang bombay impor ilegal dengan total mencapai 133,5 ton, Senin (26/1/2026).

Tegaskan Penegakan Hukum, TNI AL dan Forkopimda Semarang Musnahkan 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal

Loading

SEMARANG, JAWA TENGAH (Independensi.com) – Komitmen tegas dalam penegakan hukum dan perlindungan masyarakat kembali ditunjukkan TNI Angkatan Laut. Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang di bawah Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang melaksanakan pemusnahan bawang bombay impor ilegal dengan total mencapai 133,5 ton, Senin (26/1/2026).

Pemusnahan ribuan karung bawang bombay ilegal ini merupakan langkah konkret untuk mencegah peredaran barang selundupan yang merugikan negara, merusak tata niaga, serta berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Barang bukti yang dimusnahkan berjumlah 6.171 karung, berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 1/Pen Mus.BB/2026/PN Semarang tanggal 21 Januari 2026.

Proses pemusnahan dilaksanakan di Instalasi Karantina Hewan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di kawasan Genuk, Kota Semarang, dengan pengamanan dan pengawasan ketat lintas instansi. TNI AL melalui Lanal Semarang turut berperan aktif dalam memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan hukum.

Komandan Lanal Semarang Kolonel Marinir Sabprowanto menegaskan bahwa keterlibatan TNI AL merupakan bagian dari tugas menjaga keamanan wilayah maritim serta jalur distribusi logistik, khususnya yang berkaitan dengan potensi penyelundupan melalui pelabuhan.

“Pengawasan yang ketat dan sinergi antarinstansi adalah kunci untuk memutus mata rantai peredaran barang ilegal. Praktik penyelundupan tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap, pemusnahan barang bukti ini dapat memberikan efek jera bagi para pelaku penyelundupan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap komitmen aparat dalam menegakkan hukum, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu, Dankodaeral V Laksamana Muda TNI Ali Triswanto menekankan pentingnya kerja sama yang solid antar aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam menjaga jalur distribusi nasional dari peredaran barang ilegal.

“Sinergi yang kuat menjadi benteng utama dalam melindungi perekonomian nasional serta menjaga masyarakat dari ancaman produk ilegal yang tidak terjamin keamanan dan kualitasnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, TNI AL bersama Forkopimda Kota Semarang menegaskan komitmen berkelanjutan untuk mendukung penegakan hukum, menjaga kedaulatan ekonomi, dan melindungi masyarakat dari dampak negatif praktik penyelundupan

About The Author