Stasiun Kereta Kita Bekasi di Jalan Ir Juanda

Atasi Kemacetan Depan Stasiun Bekasi, Pemkot Bekasi Siapkan Langkah Terpadu

Loading

BEKASI (Independensi.com)- Lalu lintas orang dari Stasiun Kereta Api Bekasi, menuju Jakarta, sangat tinggi. Bahkan, jumlahnya terus meningkat. Sebab, armada massal kereta itu, dinilai ekonomis dan tepat waktu.

Pagi hari, kawasan stasiun dipadati pengguna kereta komuter. Sementara pada siang hingga sore hari, didominasi penumpang perjalanan luar kota.

“Stasiun Bekasi memiliki aktivitas yang sangat tinggi setiap hari. Pada waktu-waktu tertentu, volume penumpang dan kendaraan bertemu secara bersamaan sehingga berdampak pada kepadatan lalu lintas di sekitarnya,” ujar Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, kemarin.

Untuk penanganan kepadatan lalu lintas, tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan perencanaan terpadu dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan sejumlah program infrastruktur dan penataan kawasan sebagai solusi jangka menengah hingga panjang.

Salah satu langkah yang disiapkan, peningkatan kapasitas parkir melalui pembangunan parkir bertingkat atau triple deck. Penataan ini akan dibarengi dengan pengaturan sistem keluar masuk kendaraan agar lebih tertib dan tidak menimbulkan kepadatan baru.

Tahun 2026, Pemerintah Kota Bekasi akan melakukan studi kelayakan terkait pembangunan flyover atau underpass di Jalan Perjuangan yang selama ini belum mengalami peningkatan kapasitas meskipun menampung beban lalu lintas yang besar. Proses pembebasan lahan ditargetkan dapat dimulai pada tahun 2027.

Tri i juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam rencana pembangunan dua flyover pada tahun 2028. Salah satu lokasi yang telah siap yakni kawasan Bulak Kapal, dengan pembebasan lahan yang telah rampung dengan nilai sekitar Rp 110 miliar.

Bangun Jalan

Sebagai upaya memperluas alternatif jalur lalu lintas, Pemerintah Kota Bekasi juga menargetkan pembangunan jalan frontage di sisi rel kereta api yang menghubungkan Jalan Perjuangan hingga Jalan Pahlawan dengan memanfaatkan lahan milik PT KAI yang telah dibebaskan.

Jalan ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan di ruas-ruas utama sekitar stasiun.Optimalisasi infrastruktur pendukung juga terus dilakukan di Jalan Pusdiklat, meliputi perbaikan jalan, pembangunan jembatan, penataan taman, serta peningkatan fasilitas pedestrian untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, khususnya pengguna jasa kereta api.

Sebagaimana diketahui, Jalan Juanda di depan Stasiun Kota Bekasi, selalu macet. Bahkan kendaraan angkutan umum berhenti di sisi jalan, menunggu penumpang. Yang tadinya kedua jalur bisa dilewati empat kendaraan, di dua ruas jalan tersebut menjemput karena banyak kendaraan yang parkir dan berhenti.

Hal serupa di sisi timur Stasion Bekasi tepatnya di Jalan Perjuangan. Kendati sudah sering dilakukan rekayasa lalu lintas, hingga saat ini, kemacetan lalulintas belum terselesaikan. (jonder sihotang)

 

About The Author