![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ade Jubaidah mengimbau seluruh anggota bidan di Indonesia serta masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan digital yang mengatasnamakan organisasi profesi, termasuk Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Peringatan ini disampaikan menyusul ditemukannya sejumlah website dan nomor kontak palsu yang mencatut nama IBI untuk menyebarkan informasi menyesatkan, bahkan berpotensi merugikan masyarakat maupun anggota organisasi.

Dalam imbauannya, IBI menegaskan bahwa segala informasi resmi organisasi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap situs, nomor telepon, maupun akun yang mengatasnamakan IBI tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.
Ketua Umum IBI Ade Jubaidah menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan literasi digital yang baik agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan, memberikan keterangan secara tertulis di Jakarta, Sabtu (30/5/2026),
“Modus penipuan digital saat ini semakin beragam dan kian canggih. Karena itu kami mengingatkan seluruh anggota IBI dan masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi melalui kanal resmi organisasi. Jangan pernah memberikan data pribadi, informasi sensitif, maupun melakukan transaksi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya,” ujar Ade Jubaidah.
IBI juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan website, akun, atau nomor telepon mencurigakan yang mengatasnamakan organisasi.
Selain itu, IBI menekankan komitmennya untuk terus menjaga integritas organisasi dan memastikan pelayanan informasi kepada anggota berjalan secara transparan, akurat, dan terpercaya.
Melalui himbauan ini, IBI berharap seluruh anggota semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi, serta bersama-sama menjaga keamanan ruang digital dari berbagai bentuk penyalahgunaan identitas organisasi.

Sambutan Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia Ade Jubaidah:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Di era transformasi digital yang berkembang sangat pesat, kita dihadapkan pada tantangan baru berupa maraknya penyalahgunaan teknologi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Salah satunya adalah penipuan yang mengatasnamakan Ikatan Bidan Indonesia.
Saya mengimbau kepada seluruh anggota IBI dan masyarakat Indonesia untuk selalu waspada, cermat, dan teliti dalam menerima setiap informasi yang mengatasnamakan organisasi kami. Pastikan seluruh informasi hanya diperoleh melalui website resmi dan kanal komunikasi resmi IBI.
Jangan pernah memberikan data pribadi, informasi penting, ataupun melakukan transaksi kepada pihak yang belum terverifikasi. Kewaspadaan kita adalah benteng utama dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan informasi.
Ikatan Bidan Indonesia akan terus berkomitmen menjaga kepercayaan anggota dan masyarakat melalui pelayanan informasi yang akurat, profesional, dan terpercaya.
Mari bersama-sama kita jaga ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab.
Tetap waspada, tetap cerdas bermedia digital.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ade Jubaedah
Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

