Pejabat Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bekasi saat memberikan penjelasan kepada siswa terkait program Adiwiyata.

Siswa di Bekasi Dibekali Pelajaran Kelestarian Lingkungan Lewat Program Adiwiyata

Loading

BEKASI (Independensi.com)- Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui
“Program Adiwiyata”, di sekolah- sekolah, terus digalakkan di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Program Adiwiyata yang merupakan inisiatif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Melalui program ini, mendorong para siswa dan warga sekolah menerapkan perilaku ramah lingkungan, seperti mengelola sampah (3R), menghemat energi dan air, serta melakukan penghijauan secara berkelanjutan.

Program ini merupakan gerakan nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekolah melalui pembentukan budaya peduli dan berperilaku ramah lingkungan. Program tersebut berpedoman pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Menteri LHK Nomor 52 Tahun 2019, Nomor 53 Tahun 2019, dan Nomor 23 Tahun 2022.

Terkait hal itulah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada peserta didik baru.

Hal itu dilakukan di SMP Plus El-Wafa, Desa Waringin Jaya, Kecamatan Kedungwaringin. Program ini bertujuan menjadi sekolah yang berkualitas lingkungan sehingga budaya peduli lingkungan benar-benar tumbuh di kalangan warga sekolah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan sejak dini melalui sosialisasi Program Adiwiyata, ungkap Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, kemarin.

Adapun materi yang disampaikan kepada para siswa, difokuskan pada pembentukan perilaku dan budaya peduli lingkungan. Diharapkan, sekolah menjadi tempat paling tepat untuk membangun kebiasaan positif yang akan terbawa hingga ke kehidupan sehari-hari.

Para siswa, juga dibekali pengetahuan mengenai konservasi air, penghematan energi, penghematan penggunaan air, serta pengelolaan sampah berdasarkan konsep Reduce, Re use, Recycle (3R). Materi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sejak usia sekolah.

“Program Adiwiyata bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi membangun karakter generasi yang peduli terhadap lingkungan dan mampu menjadi contoh di tengah masyarakat,” tegas Dedi.

Dalam pelaksanaannya, Program Adiwiyata dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pemberian penghargaan, serta pemantauan dan evaluasi. Penyusunan program dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan peserta didik agar budaya lingkungan menjadi bagian dari tata kelola sekolah. (jonder sihotang)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *