Siti/Ribka yang bukan merupakan unggulan pada turnamen tersebut, melaju ke final Indonesia Masters 2019 setelah mengalahkan unggulan ketiga yakni, ganda Jepang Nami Matsuyama dan Chiharu Shida.
Permasalahan seperti adanya kasus korupsi di Kemenpora dan KONI, kemudian dualisme cabang olahraga yang tak kunjung selesai, serta sejumlah persoalan pengelolaan prestasi olahraga, akan diatasi apabila Oegroseno memimpin.
Sejauh ini prestasi terbaik Indonesia di Piala Davis adalah mencapai Grup Dunia pada 1983 dan 1989. Indonesia juga sempat berkompetisi di playoff Grup Dunia pada 1994.
Tori dan Nanda yang mendapat kesempatan menjajal kemampuan atlet-atlet kriket kelas dunia di Liga Profesional Australia, diharapkan mampu memetik pengalaman berharga.
Diharapkan PPE akan menjadi sebuah piala yang paling bergengsi di seluruh pertandingan esports di Indonesia, sekaligus memberikan dampak besar untuk meningkatkan ekonomi dan prestasi para atlet esport.
Turunnya atlet bulutangkis kelas dunia tersebut, disebabkan pada turnamen kali ini juga dipergunakan mendapatkan poin untuk menuju Olimpiade Tokyo 2020.