CIBINONG (Independensi.com) – Kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi hampir setahun belakangan ini berimbas nyata pada kehidupan masyarakat, terutama di bidang
Memperjuangkan Keadilan dan Kebenaran
Kami ingin supaya kegiatan peribadahan itu bisa kembali sebagai bentuk ingin semua bisa masuk ke area yang lebih produktif. Tidak hanya dari perspektif fisik tapi juga spirit. Spiritualitas kita bisa tumbuh dalam kondisi seperti ini. Mengajak para warga gereja menjadi contoh baik dalam penerapan prokes 19
menggunakan e-learning sebagai alternatif pembelajaran di masa pandemi Covid-19 merupakan hal yang tepat karena sistem e-learning yang tidak memiliki batasan akses, sehingga memungkinkan pembelajaran dapat dilakukan lebih banyak waktu dan tidak memerlukan tatap muka langsung mengingat adanya social distancing dan kebijakan lainnya terkait protokol kesehatan yang sudah di tetapakan oleh pemerintah.