Naraajie Emerald Ramadhanputera (Toto Prawoto)

Peserta OJAO III Bersaing Ketat Lolos “Cut-off” di Ronde Kedua

JAKARTA (IndependensI.com) – Sebanyak 90 pemain yang terdiri dari 66 pegolf putra dan 24 pegolf putri bersaing ketat agar lolos cut dan dapat melanjutkan permainan pada ronde ketiga (final) besok di Emeralda Golf Club, Cimanggis, Jawa Barat.

Pada ronde kedua Rabu (26/7/2017) para peserta – baik yang bermain pagi maupun siang – langsung “menggeber” permainan mereka agar dapat mengubah atau mengurangi defisit skor yang mereka bukukan pada ronde pertama.

Sebab, jika pada ronde kedua mereka yang berkompetisi di kelompok pegolf putra mengakhiri permainan mereka di atas angka 15 over, kemungkinan besar mereka tidak lolos cut-off dan secara otomatis mereka tidak dapat melanjutkan permainan mereka pada ronde ketiga (final), yang akan pada Kamis (27/7/2017) di golf course yang sama.

Pasalnya, panitia pelaksana OJAO III International 2017 menetapkan bahwa pegolf putra yang berhak untuk tampil di ronde ketiga (final) besok sebanyak 30 orang. Mereka yang lolos cut-off adalah pegolf yang membukukan skor tertinggi +13.

Kevin C Akbar

Peraturan atau ketetapan tersebut juga diberlakukan bagi kelompok pegolf putri. Dari duapuluhempat partisipan yang berkompetisi, yang berhak untuk tampil di ronde ketiga (final) sebanyak 12 pegolf dengan skor tertinggi selama dua hari berturut-turut sebanyak +9.

Oeh karena itu – sebagaimana yang diungkapkan oleh Freddy Gondo Wibowo, Ketua Panitia OJAO III Internasional 2017 – menjadi sangat wajar apabila para peserta khususnya yang pada ronde pertama over mereka sudah lebih dari sepuluh digit, pada ronde penentuan hari ini (ronde kedua) mereka all out permainannya agar mereka bisa lolos cut-off.

Usaha keras yang dilakukan para pemain, tidak sia-sia.Hal itu dibuktikan oleh Rivani Adelia Sihotang – juara bertahan OJAO I dan II.

Ketua Panitia OJAO III International 2017, Freddy Gondo Wibowo, berancang-ancang melakukan bola pertama tanda event OJAO III International 2017 resmi dibuka.

Jika pada ronde pertama, pegolf putri dari Pengprov PGI DKI Jakarta yang menjadi anggota Tim Golf SEA Games 2017, bermain +1. Pegolf putri yang jago menyanyi, itu mengakhiri permainannya dengan skor 4 under.

Dengan demikian Vani lolos cut-off dengan total skor 3 under selama dua hari berturut-turut dan melanjutkan permainannya ke ronde ketiga.

Selain lolos, Vani juga mengambil pimpinan klasemen OJAO III Internasional 2017 dari Patricia (Indonesia) dan Lilyana (Malaysia) yang pada ronde pertama leading dengan ties 4 under.

Pada ronde kedua kemarin pegolf putri dari Malaysia tersebut bermain +3 sehingga dengan deposit skor sisa 1 under, Liyana Azizan Durasic berada di posisi ketiga, sementara Patricia yang bermain membukukan skor even par selama dua hari berturut-turut, berada di posisi keempat kelompok pegolf putri.

Ida Ayu berada di posisi kedua dengan total skor selama dua hari berturut-turut 2 under.Dengan demikian di final besok, baik Rivani, Ida Ayu, Liyana maupun Patricia akan saling “baku bunuh” untuk merebut gelar juara.

Sementara, di kelompok pegolf putra, Naraajie yang selama dua hari berturut-turut leading dengan 7 under, tetap harus berhati-hati.

Karena dia dibayang-bayangi oleh Chang Erwin dan Galven Kendell Green (keduanya dari Malaysia) serta Mochamad Rifqi Alam Ramadhan, yang membukukan skor sama selama dua hari berturut yakni Ties dengan 1 under.

Usai melakukan pukulan bola pertama Freddy GW dan Au Bintoro (Ketua Olympic Golf Club) diabadikan bersama group pertama kelompok pegolf putri yang berkompetisi di AJAO III International 2017 di Emeralda Golf Club.

Naraajie mengaku sangat bersyukur karena bisa lolos cut-off dengan perolehan skor yang sangat sempurna bahkan memimpin OJAO III International 2017 dengan total skor selama dua hari berturut-turut dengan 7 under.

“Kalau dia (Naraajie) Champion, itu artinya mimpi dia menjadi kenyataan.Kenapa?Karena dia selalu berusaha sejak OJAO pertama dan OJAO kedua untuk menjadi juara,” kata H Sirod Zudin, Ketua Pengprov PGI Jawa Barat, saat diminta komentarnya.

Sementara Kevin C Akbar, juara OJAO II, meski peluang untuk mempertahan gelar sudah tertutup, namun dia akan berusaha tampil lebih baik lagi dibandingkan dengan ronde pertama dan ronde kedua di mana selama dua hari berturut-turut mahasiswa Universitas Indonesia itu hanya membukukan total skor even par.