Sulut Bakal Miliki Bandara Baru

MANADO (IndependensI.com) – Sulawesi Utara bakal memiliki bandar udara baru. Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, telah menandatangani usulan pembangunan bandara di tiga wilayah berbeda di provinsi itu.

“Ada tiga usulan yaitu Bandara Marore di Kabupeten Kepulauan Sangihe, Bandara Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan Bandara Kabupaten Bolaang Mongondow. Gubernur sudah menandatangani usulan tersebut,” kata Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, seperti dikutip kantor berita Antara, Rabu (26/7/2017).

“Sudah diusulkan dan rekomendasinya juga sudah dikeluarkan. Menjadi prioritas usulan adalah Bandara Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow,” kata Steven.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengatakan, dari skala prioritas dengan memperhitungkan jarak tempuh dari pusat pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara di Kota Manado, Bandara Kabupaten Bolaang Mongondow lebih layak.

“Saat berangkat dari Manado menuju Bolaang Mongondow Selatan, sengaja saya meminta sopir menyetel kilometer dari nol untuk mengetahui berapa jauh jarak tempuhnya. Tiba di sana jaraknya mencapai 250 kilometer dengan waktu tempuh empat jam lebih,” jelasnya.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow juga berupaya maksimal mewujudkan harapan itu, apalagi dalam APBD sudah menganggarkan untuk biaya pembebasan lahan.

“Silakan kepala daerah mempercepat apa yang menjadi usulan tersebut. Lahannya harus jelas dan tidak ada masalah, karena itu adalah salah satu ketentuannya,” ujarnya.

Ketua DPRD Sulawesi Utara periode 2014-2015 itu menambahkan, pertimbangan lainnya yang diambil Pemerintah Provinsi Sulut mengusulkan pembangunan bandara itu karena ketersediaan fasilitas kesehatan.

Di kabupaten pemekaran Kabupaten Bolaang Mongondow itu belum dibangun rumah sakit rujukan.

“Setiap tahunnya, jumlah orang meninggal di ambulans saat dirujuk ke rumah sakit mengalami peningkatan. Solusinya adalah membangun rumah sakit rujukan di Bolaang Mongondow Raya yang menjadi acuan lima kabupaten dan kota,” katanya.

Akan lebih optimal, kata dia, apabila telah dibangun bandara serta rumah sakit rujukan sehingga pasien gawat yang dirujuk ke Rumah Sakit Kandouw di Kota Manado tidak meninggal di jalan.