Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumarno (Baju putih lengan panjang) saat memberikan tata cara pemotongan pohon di Jalan Raya yang benar sesuai aturan ke manajemen PLN Gresik

DLH Gresik Ajari Pegawai PLN Cara Potong Pohon di Jalan Raya

GRESIK (IndependensI.com) – Kemarahan Bupati Gresik, Jawa Timur, Sambari Halim Radianto kepada pihak pegawai  PT (Persero) Perusahan Listrik Negara (PLN) Gresik yang menebang pohon di Jalan Raya, bukan tanpa alasan yang jelas.  Sebab, pihak PLN saat melakukan pemotongan pohon yang notabene memiliki aturan mengabaikannya. Artinya, pegawai atau petugas PLN tidak melakukan penebangan pohon sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.

Ditenggarai pihak PLN  main asal tebang saja, padahal keberadaan pohon itu sangat penting untuk keindahan tata kota. Terkait dengan hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, memberikan contoh (Simulasi) tentang teknik memotong pohon yang benar sesuai aturannya dengan memperhatikan faktor keamanan dan tidak merusak keindahan pohon.

“Kami sengaja mengajari tata cara memotong pohon di Jalan Raya yang benar sesuai aturan kepada pihak PLN. Agar kedepan mereka (PLN, red) tidak melakukan lagi hal yang salah,” kata, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik Sumarno saat memberikan simulasi cara memotong pohon, Rabu (23/8/2017).

“Dengan simulasi ini, kami juga berharap pihak PLN nantinya jika kembali melakukan pemotongan pohon tidak asal potong lagi. Sehingga pohon tidak mati dan batangnya mengecil,” ujarnya.

Selain itu, kami juga meminta pihak PLN melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) dan DLH saat melakukan pemotongan pohon yang dinilai mengganggu jaringan listrik di dijalan. Sehingga keamanan di jalan bisa terjamin dan sebagainya mestinya,” tandasnya.

Sementara itu, Manager PLN Area Gresik, Pedi Sumanto menyambut baik pihak DLH Gresik yang mengajari PLN  tehnik memangkas pohon yang benar. “Ini kerja sama yang baik antara kami PLN dengab Pemkab Gresik,” tuturnya.

“Pemotongan pohon memang sering kami lakukan, jika ada ranting yang menganggu jaringan listrik karena bisa menimbulkan konsleting. Ini kami lakukan agar dalam melayani konsumen kami tetap mengedepankan faktor keselematan. Dan kami juga akan memperhatikan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (Rezereno)