Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Rabu (30/8/2017) menandatangani prasasti peresmian RSUD Ibnu Sina Gresik, Jawa Timur.

Pemkab Gresik Tegur RSUD Ibnu Sina Supaya Perbaiki Pelayanan

GRESIK (IndependensI.com) – Setelah dilakukan pembangunan secara bertahap, Gedung Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik Jawa Timur. Di resmikan oleh Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Gresik bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke 42 rumah sakit milik Pemerintahan Daerah itu.

“Peresmian gedung UGD itu, ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Ibu Maria UIlfa Sambari, serta pelepasan merpati dari depan pintu masuk gedung UGD terpadu.

“Peresmian kali ini terasa istimewa karena bersamaan dengan perayaan ulang tahun RSUD Ibnu Sina. Saya berharap dengan usia yang matang ini, RS Ibnu Sina bisa memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Rabu (30/8/2017).

“Sesuai dengan kutipan lirik lagu hymne RSUD Ibnu Sina, bahwa pasien adalah nomer satu. Jika pasien adalah yang utama, maka jangan sampai menelantarkan pasien. Jangan sampai pasien banyak antri menunggu tapi dokternya tidak ada,” imbaunya.

Sementara itu, Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik, Endang Puspitowati mengatakan, setelah pembangunan gedung baru ini ada penambahan jumlah tempat tidur (TT).  “Awalnya dulu hanya 232 tempat tidur, setelah penggunaan gedung UGD terpadu dan rampung gedung VIP saat ini menjadi 328 tempat tidur. Pada tiga bulan ke depan, RS Ibnu Sina akan naik kelas dari RS type B non pendidikan menjadi RS type B pendidikan,” tuturnya.

Pembangunan RS Ibnu Sina dilaksanakan dalap tiga tahap. Tahap I dilaksanakan pada 2014, tahap II pada 2015 dan tahap III pada 2016. Gedung UGD terpadu ini terdiri atas 4 lantai, lantai I digunakan untuk IGD, bank darah, laboratorium dan farmasi. Lantai II dipakai sebagai Rawat Inap kelas III.

Kemudian, lantai III digunakan untuk NICU dan ruang bersalin. Sedangkan lantai IV untuk ruang operasi. Pembangunan gedung ini senilai Rp 92 miliar dari nilai pagu sebesar Rp 112 miliar dari dana APBD. Pembangunan dilaksanakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya dan PT Sasmita,” pungkasnya. (Rezereno)