Markas besar WADA di Montreal, Kanada. (Istimewa)

Laboratorium Doping Disegel WADA

MONTREAL (IndependensI.com) – Dua pekan lalu, agen anti doping dunia atau World Anti-Doping Agency (WADA) yang bermarkas di Montreal, Kanada, mengeluarkan rekomendasi untuk menutup sementara kegiatan dari sebuah laboratorium anti-doping di Paris, Prancis. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak WADA untuk mengembalikan izin operasi pada laboratorium yang dikenal sangat ketat dan teliti itu.

Laboratorium ini pernah menjadi salah satu institusi yang menjatuhkan pamor sukses pembalap sepeda Lance Armstrong, menyusul penggunaan dan pelanggaran doping. “Penutupan operasi untuk sementara itu berkenaan dengan analisis dari WADA. Belum ada perkembangan baru,” tulis pernyataan WADA yang dikutip dari Reuters, akhir pekan lalu. Pihak WADA sendiri tidak menyebutkan secara rinci alasan dan hasil analisa tersebut.

Keputusan penutupan operasi dari laboratorium tersebut efektif 24 September lalu. Diperintahkan baik institusi laboratorium ini maupun karyawan tidak melakukan aktifitas apapun termasuk dengan pemeriksaan urin dan darah. Selain itu, data yang ada dalam laboratorium tidak boleh dipublikasikan. Disebutkan, laboratorium ini dilaporkan Komisi Disiplin Independen WADA telah melakukan serangkaian tindakan indisipliner dalam melakukan prosedur kerja.

Laboratorium yang terletak di Chatenay-Malabry, sebelah selatan kota Paris ini, memiliki alat tes urine yang bisa melacak penggunaan penambah tenaga dalam darah EPO (erythropoietin) yang dikembangkan sejak 1999. Laboratorium yang pada 2005 lalu, berhasil melacak penggunaan EPO dalam enam dari seluruh contoh urin Armstrong yang terdapat EPO. Catatan itu malah ditekankan bahwasanya penggunaan EPO oleh Armstrong bukan lagi sebagai dugaan, melainkan sudah merupakan kepastian. Armstrong pada saat itu membantah, dan tetap meraih sukses.

Pada 2013, Armstrong akhirnya mengakui semua kecurangannya termasuk hasil rekomendasi laboratorium Chatenay-Malabry. Akibatnya, seluruh gelar juara Armstrong dicabut sekaligus mengandaskan karier pembalap asal Texas itu.