Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu. (foto:jonder sihotang)

Sosiliasi Deteksi Dini Jaga Kerukunan

BEKASI (IndependensI.com) – Penduduk Kota Bekasi, sangat plural. Warganya terdiri dari berbagai suku bangsa. Maka semangat kita bersama  menjaga kondusifitas agar pembangunan berjalan maksimal bukan.

Untuk mewujudkan itu, butuh adanya saling pengertian sikap toleransi dan pemahaman yang sama terhadap kecintaan dan rasa memiliki terhadap Kota Bekasi.

“Kita jaga bersama kondusifitas Kota Bekasi,” ungkap Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu saat  membuka sosialisasi Deteksi Dini Kerukunan Umat Beragama dan Kemasyarakatan bagi 75 pengurus RW se-Kota Bekasi tahun 2017, kemarin.

Syaikhu menjelaskan posisi strategis para tokoh masyarakat dan pengurus RW dalam deteksi dini persoalan sehingga kondusifitas Kota Bekasi bisa terjaga. Intinya meningkatkan kemampuan guna mengatasi penyebab konflik melalui pencegahan dini, ujarnya.

Sosialisasi kali ini menyasar para pengurus RW bukan tanpa alasan. Satu hal penting mereka menjadi garda depan guna menjaga kondusifitas di Kota Bekasi. Kondisifitas wilayah di Kota Bekasi juga penting agar pembangunan diberbagai sektor dapat berjalan baik, ia menambahka.

Disebutkan, Kota Bekasi kaya akan keanekaragaman latar belakang budaya. Maka tidak salah sebutan sebagai miniaturnya Indonesia layak disematkan untuk Kota Bekasi.

Namun ia mengingatkan menjaga kondusifitas agar pembangunan berjalan maksimal bukan hal mudah. Butuh adanya saling pengertian sikap toleransi dan pemahaman yang sama terhadap kecintaan dan rasa memiliki terhadap Kota Bekasi.

“Kita jaga bersama. Perbedaan ini juga rentan akan konflik bila setiap persoalan tidak selesai apalagi terkait SARA. Maka para peserta usai sosialisasi ini saya ingin persoalan sekecil apa pun di masyarakat diawasi dan akhirnya bisa terselesaikan dan tidak membesar. Bila perlu gandeng aparat wilayah,” harapnya. (jonder sihotang)