Koalisi Rakyat Bali (KRB) memastikan pasangan Dharma-Kerta (IB Rai Dharma Wijaya Mantra-Ketut Sudikerta) maju di Pilgub Bali 2018 mendatang

Pilkada Bali, Dipasangkan Paket Walikota dengan Wagub

BALI  (Independensi.com) – Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Koalisi Rakyat Bali (KRB) memastikan pasangan Dharma-Kerta (IB Rai Dharma Wijaya Mantra-Ketut Sudikerta) maju di Pilgub Bali 2018 mendatang. Kepastian lahirnya satu-satunya paket KRB ini disampaikan langsung Penasihat KRB yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta,S.Sos.,MSi., Kamis (7/12) di Kuta saat hendak bertolak ke Jakarta mengikuti rapat partai.

“Pasangan Dharma-Kerta ini sudah final. Jadi tak ada paket lainnya di KRB. Kita tinggal mencari hari baik untuk mendeklarasikannya,” tegas Mudarta. Dikatakan lahirnya paket Dharma-Kerta sebenarnya bukan hal baru. Sebab sejak awal KRB yang dibentuk delapan parpol, nama Dharma-Kerta sudah muncul dan mendominasi nama-nama lainnya. “Jadi kalau sekarang Dharma-Kerta diputuskan sebagai paket KRB yang akan maju di Pilgub memang sudah diprediksi sejak awal,” tambah Mudarta. Ditambahkan Mudarta lahirnya paket Dharma-Kerta ini sudah berdasarkan berbagai pertimbangan parpol yang menaungi KRB.

Selain hasil survey yang dilakukan masing-masing parpol juga didasari pertimbangan para tokoh. “Dan sudah tentu juga dari berbagai masukan dan aspirasi yang berkembang di masyarakat. Dari semua masukan itu, dominan menghendaki Dharma-Kerta. Jadi KRB mengikuti apa yang menjadi masukan dan aspirasi terbesar. Dikatakan Mudarta, Sesuai hasil survey, dukungan kepada paket Dharma-Kerta ini juga terus menguat secara signifikan,” tambahnya.

Dengan keputusan KRB tersebut, kini pihaknya tengah mencari waktu yang tepat agar secepatnya paket ini bisa dideklarasikan. Ancer-ancernya paling lambat tanggal 20 Desember ini sudah deklarasi.

“Tapi kalau bisa lebih cepat sekitar tanggal 15 ini. Sebab masyarakat juga sudah menunggu-nunggu,” ujar Mudarta.

Diingatkan Bali memerlukan figur pimpinan yang mau “ngayah” (mengabdi) untuk mensejahterakan masyarakat serta menjaga kelestarian Bali. “Jadi untuk ngayah kan tak harus hanya jadi gubernur. Gubernur kan cuma satu di Bali,” ujarnya.

Ditanya soal Partai Golkar yang masih menunggu hasil survey, menurut Mudarta pihaknya sudah mendapat masukan dan “bocoran” yang menegaskan posisi Dharma-Kerta masih yang teratas. Ia menegaskan lahirnya paket Dharma-Kerta ini bukan semata pertimbangan survey internal masing-masing partai, namun juga aspirasi masyarakat dan masukan para tokoh.

Dengan lahirnya paket KRB ini, maka dipastikan akan ada dua pasangan calon yang akan berlaga di Pilgub Bali 2018 yakni Dharma-Kerta yang diusung delapan parpol (Golkar, Demokrat,Gerindra, NasDem, Hanura, Perindo, PKPI serta PKS) dengan total 30 kursi di DPRD Bali dan paket KBS-Ace yang dilahirkan PDI-P dan didukung PAN yang memiliki 25 kursi. (hidayat)