Kabid Lalin Dishub Kota Bekasi JB Gunawan. (foto:jonder sihotang)

Kabid Lalin Dishub Kota Bekasi: Perlu Ciptakan Lalu Lintas Efektif dan Efisien

BEKASI (IndependensI.com)- Pertumbuhan kendaraan di Kota Bekasi sangat tidak seimbang dengan penambahan jalan. Dampaknya  banyak titik-titik macet yang terjadi.

Perlu ada fasilitas angkutan umum massal. Saat ini, Pemkot Bekasi sudah melakukan uji coba bus Transpatriot.

Diharapkan, kedepan masyarakat Kota Bekasi dapat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan  umum, ujar Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi Johan B Gunawan, Kamis (20/12/2017).

“Sekarang kita harus cerdik. Kita harus ciptakan lalu lintas yang efisien dan efektif. Perlu ada manajemen lalu lintas yang baik. Lalu pembangunan sistem informasi  transportasi  yang baik,” katanya.

Ia mencontohkan, angkutan massal Bus Transpatriot, lintasannya bersinggungan dengan  stasiun kereta api, terminal,  bus Transjakarta dan stasiun LRT. Kemudian, masyarakat pengguna Transpatriot, hanya beberapa meter setelah turun dapat langsung ke halte Transjakarta, stasiun kereta api dan LRT.

Kemudian, trayek Transpatriot melintasi pusat-pusat kegiatan masyarakat seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, pendidikan dan lainnya. Maka dengan kehadiran angkutan massal bus Transjakarta dapat mengurangi kemacetan dan pengguna kendaraan pribadi dapat beralih ke Transpatriot, ujar Johan.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Bekasi telah meluncurkan uji coba Bus Transpatiot, kemarin. Untuk saat ini Dishub Kota Bekasi baru menyediakan sembilan unit Bus Transpatriot yang akan beroperasi di dua trayek tujuan yakni Terminal Induk Kota Bekasi – Perumahan Harapan Indah dan Terminal Induk Kota Bekasi – Pondokgede. Dari sembilan unit yang akan dilaksanakan,  uji coba baru tiga unit.

Selama masa uji coba yang kita lakukan mulai hari ini hingga Januari 2018, penumpang akan digratiskan dulu sampai persyaratan
operasional sudah terpenuhi,  ujar Kabid
Kepala Bidang Pengembangan Perhubungan Dinas Perhubungan Kota Bekasi M Solikhin saat uji coba pengoperasian bus tersebut, Senin (18/12/2017).

Transpatriot akan  dilengkapi dengan 19 titik pemberhentian halte, sementara koridor yang digunakan masih bercampur dengan kendaraan pribadi. Dan Pemerintah Kota Bekasi, mengalokasikan dana subsidi sebesar Rp 3.500 per penumpang bagi operasional Bus Transpatriot yang ditargetkan  mulai beroperasi Januari 2018.

“Besaran tarif normal bagi penumpang Transpatriot adalah Rp 7.000 per orang, namun kita subsidi setengahnya. Jadi penumpang hanya dibebani ongkos Rp 3.500 untuk sekali jalan,” ungkap M Solikhin saat uji coba pengoperasian bus tersebut, Senin (18/12/2017).

Untuk saat ini Dishub Kota Bekasi baru menyediakan sembilan unit Bus Transpatriot yang akan beroperasi di dua trayek tujuan yakni Terminal Induk Kota Bekasi – Perumahan Harapan Indah dan Terminal Induk Kota Bekasi – Pondokgede. Dari sembilan unit yang akan dilaksanakan,  uji coba baru tiga unit.

Selama masa uji coba dilakukan  hingga Januari 2018, penumpang akan digratiskan dulu sampai persyaratan operasional sudah terpenuhi, ucapnya. (jonder sihotang)