Gerindra dan PDIP Berkoalisi Dukung Murad-Barnabas

AMBON (IndependensI.com) – DPD Gerindra Maluku, di Ambon, Selasa (9/1/2018), menyerahkan rekomendasi bagi pasangan bakal calon (Balon) Gubernur dan Wagub setempat, Murad Ismail – Barnabas Orno untuk berproses mengikuti Pilkada pada 27 Juni 2018.

Ketua DPD Gerindra Maluku, Hendrik Lewerisaa menyerahkan rekomendasi tertuang dalam SK No. 01- 580/Rekom/ DPP-GERINDRA/2018 tertanggal 2 Januari 2018 kepada Murad dan Barnabas. “Saya menerima rekomendasi ini dari Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Jakarta pada 6 Januari 2018, selanjutnya menyerahkan kepada Murad – Barnabas,” ujarnya.

Hendrik mengemukakan, rekomendasi diberikan kepada Murad – Barnabas merupakan kepercayaan dan harapan agar berjuangan membangun Maluku yang lebih baik dari saat ini. “Kami mendambakan Maluku bermartabat dan mampu bersaing dengan 33 provinsi lainnya di Tanah Air, menyusul terpuruk di sejumlah bidang,” ujarnya.

Dia merujuk, Maluku yang memiliki aneka potensi sumber daya alam (SDA) melimpah dan bernilai ekonomis ternyata saat ini masih menempati peringkat miskin keempat di Indonesia. Begitu pula, pendidikan yang ternyata berada di peringkat kedua terbawah.

Selain itu, promosi maupun mutasi aparatur sipil negara (ASN) yang tidak mencerminkan semangat hidup orang basudara (saudara). “Kami siap bekerjasama dengan partai politik (Parpol) pengusung lainnya untuk berjuang memiliki pemimpin Maluku baru,” tandasnya.

Dia menegaskan, Probowo menginstruksikan seluruh jajaran partai, baik DPD, DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting serta anggota DPR RI , DPRD Provinsi maupun kabupaten/kota agar mengarahkan semua potensi untuk memenangkan pasangan Murad-Barnabas. “Rekomendasi ini sekaligus menipis isu beredar di masyarakat bahwa tidak mungkin Partai Gerindra dan PDI Perjuangan maupun partai pendukung Presiden Jokowi lainnya tidak bisa berkoalisi di Pilkada Maluku,” katanya.

Partai Gerindra berkoalisi dengan PDI Perjuangan maupun parpol pendukung Jokowi lainnya di Pilkada Maluku Tengah, Kota Ambon dan Kabupaten Buru.

Partai Gerindra yang memiliki lima kursi di DPRD Maluku, menyusul rekomendasi PDI Perjuangan tujuh, Partai Nasdem empat dan Partai Hanura dan PKB masing-masing tiga, PKPI dua dan PPP satu kursi. Sedangkan, petahana Gubernur Maluku Said Assagaff dan Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun diusung Partai Golkar, Partai Demokrat dan PKS masing-masing dengan enam kursi.

Pasangan melalui jalur perseorangan, Herman Koedoeboen – Abdullah Vanath dengan jargon “HEBAT” saat ini sedang menjalani verifikasi faktual oleh KPU Maluku dengan persyaratan minimal dukungan harus 122.895 orang.

Ishak Mekki-Yudha Daftar ke KPU

Sementara itu, pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki-Yudha Mahyuddin merupakan pasangan calon yang pertama mendaftar di KPU Sumsel sejak dibuka pada 8 Januari 2018. Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki-Yudha Mahyuddin ini diterima langsung oleh Ketua dan Komisioner KPU Sumsel di Palembang, Selasa (9/1/2018).

Calon Gubernur Sumsel Ishak Mekki mengucapkan terima kasih kepada partai pengusung PPP, PBB dan Partai Demokrat. Ia juga berharap, berkas pendaftaran yang disampaikan lengkap dan memenuhi syarat. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang mendukung baik di luar dan di dalam ruangan KPU Sumsel yang telah mendeklarasikan diri mendukung pasangan Ishak Mekki dan Yudha Mahyuddin.

Sebelum mendaftar ke KPU Sumsel pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki-Yudha Mahyuddin sudah melakukan deklarasi bersama partai pengusung PPP, PBB dan Partai Demokrat. Deklarasi pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki-Yudha Mahyuddin itu dihadiri juga pengurus partai pengusung PPP, PBB dan Partai Demokrat.

Ketua KPU Sumsel Aspahani mengatakan, kalau pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki-Yudha Mahyuddin sudah menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU. Jadi, ada 18 item untuk persyaratan calon yang harus dilengkapi, katanya. Pada pilkada serentak 2018 ini akan diikuti sembilan Pilkada di tingkat kabupaten dan kota ditambah pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumsel.