Menteri PUPR Basuki Tinjau Proyek Bendungan Leuwikeris

TASIKMALAYA (Independensi.com) – Pembangunan bendungan yang memulai kontrak pada tanggal 23 November 2016 itu dikerjakan oleh 3 perusahaan kontraktor besar dengan tugas dan perannya masing-masing, sebut saja PT PP yang bertugas membangun kontruksi bendungan, PT Wika – Adi yang bertugas membuat Spillway, serta PT HK yang membuat jalan akses serta terowongan, ketiganya kini tengah bekerja untuk membangun bendungan yang diperkirakan menghabiskan dana hingga Rp 1,94 Triliun.

“Progresnya saat ini sudah sekitar 18% untuk pembukaan jalan dan pembuatan terowongan, panjang terowongan yang dibuat kurang lebih 12 kilometer untuk mengalihkan aliran air untuk sementara waktu sehingga pembangunan kontruksi bisa dilaksanakan didasar sungainya. Akhir bulan April 2018 nanti ditargetkan terowongan selesai sehingga peledakan bebatuan untuk bahan kontruksi bisa dilaksanakan, sehingga PT PP yang akan mengerjakan bendungan akan bisa bekerja maksimal”, kata Basuki Selasa (17/01/2018).

Menteri Basuki Menambahkan, Bendungan Leuwikeris nantinya bakal mampu mengairi sedikitnya 11,216 hektar lahan sawah, menghasilkan listrik dari PLTA sebesar 2×10 MW, serta pemanfaatan air baku untuk PDAM di Tasikmalaya dan Ciamis yang mencapai 845lt/detik. Disana juga dibangun kawasan reduksi banjir sebesar 25 tahun sebesar 11,7% dari 509,7m3/detik menjadi 450,02m3/detik, sehingga kondisi air tanah warga di wilayah tersebut akan menjadi naik dan dipastikan bencana kekeringan tidak akan terjadi kembali dan diharapkan dapat meningkatkan potensi Wisata.

“Setelah berdiri bendungan pun BBWS akan bergerak ke wilayah hulu sungai melakukan upaya bersama Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) yang akan melibatkan kelompok tani dan masyarakat. Sehingga kondisi debit air Sungai Citanduy tersebut bakal terpelihara dengan baik, sedimentasi bisa dikurangi dan pemanfaatan air baku lebih maksimal”, pungkas Basuki