Jangan Gunakan Bahasa Agama dalam Pilkada, Rawan Disalahgunakan Kelompok Radikal

JAKARTA (IndependensI.com) – Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Dr Waryono Abdul Ghafur mengimbau agar dalam Pilkada Serentak 2018 tidak ada pihak yang menggunakan bahasa agama.

“Kita tidak perlu menggunakan bahasa agama dalam pilkada nanti karena sangat sensitif dan takutnya bisa disalahgunakan oleh kelompok tertentu atau kelompok radikal untuk memecah belah masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (30/1/2018) malam.

Menurut dia, orang akan mudah tersentuh dan mungkin juga akan sangat emosional ketika merasa agamanya dihina, dicaci maki, dan sebagainya. Pengurangan penggunaan bahasa agama juga bagian dari cara untuk memelihara kondisi sosial.

“Jadi, hindarilah menggunakan bahasa agama, tidak usah memakai dalil macam-macam, misalnya mengatakan tidak usah memilih orang yang beda agama dari dalil ini, atau menyebut bahasa agama untuk dialamatkan kepada orang lain yang beda agama, tentunya itu tidak pas,” katanya.

Isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), kata pria Waryono, paling mudah digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk memecah belah masyarakat karena paling laku.

“Kalangan elit pun sebenarnya juga paham bahwa kalau sudah pakai isu SARA itu ‘sumbu pendeknya’ itu sangat mudah dan enak. Itu sebenarnya yang harus dihindari kalangan elit ini,” ujarnya.

Menurutnya, agama pun melarang penggunaan isu SARA untuk memecah belah. Namun, karena kepentingan pragmatis masyarakat sendiri juga sudah lupa terhadap hal seperti itu. “Jadi, bagi saya baik kalangan elit maupun masyarakat harus sama-sama bisa menahan diri. Yang elit jangan memanfaatkan atas nama masyarakat dan yang masyarakat pun juga jangan ikut-ikutan serta merta dengan kalangan elit ini,” ucapnya.

Dikatakannya, pergantian kepemimpinan adalah sesuatu yang biasa. Karena itu, tidak perlu dianggap terlalu serius dan membuat masyarakat terpecah belah. “Karena ini kegiatan politik yang rutin maka kita tidak boleh memperpanjang persoalan terutama yang terkait dengan hal-hal yang membuat masyarakat terpecah. Perbedaan pilihan itu karena kita punya alasan tersendiri dan punya rasionalisasinya,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat kritis terhadap tokoh-tokoh yang dianggap sebagai panutan karena bisa jadi mereka sebenarnya juga punya kepentingan.

Sikap kritis, lanjut Waryono, juga harus diterapkan ketika menerima informasi dari media sosial dan dunia maya. (ant/kbn)

8 comments

  1. Hey, I think your site miyht be having browser compatibility issues.
    When I look at your website in Opera, it looks fine but when opening inn Internett Explorer, it has some overlapping.
    I just wanted to give you a quick heads up! Other then that, amazing blog!

  2. Hacing read this I thoyght it was rather enlightening.
    I appreciate you finding the time and effort to put this
    contenmt together. I once again find myself spending a lot of time both reading and commenting.
    But soo what, it was still worthwhile!

  3. I’m not sure why but thnis web site is loading extremely slow for me.

    Is anyone else having thhis problem or is it a issue on my end?
    I’ll check back later and see iif the problem still exists.

  4. Wow that was unusual. I just wrote an incredibly long comment but
    after I clicked submit my comment didn’t appear. Grrrr…

    well I’m not writing all that over again. Anyways, just wanted tto say excellent blog!

Comments are closed.